Di Hadapan Peserta Rakor TIK, Ini Kata Bupati Sijunjung Yuswir Arifin

171

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Dinas PMN Sijunjung, Sumatera Barat, sejak Rabu hingga Jumat (12-14/6/2019-red) menggelar Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (Rakor TIK) se-Kabupaten Sijunjung.

Rakor TIK itu dilaksanakan di Wisma Anggrek, Muaro Sijunjung dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin. Kegiatan tersebut diawali laporan Kadis PMN Sijunjung, Khamsiardi,SSTP. Bahkan nara sumber juga menghadirkan Kepala DPMN Sumbar dan dihadiri Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Sijunjung, Camat se-Kabupaten Sijunjung,Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kabupaten Sijunjung dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Se-kabupaten Sijunjung.

Pada pembukaan Rakor TIK itu, ini penjelasan Bupati Sijunjung pada peserta Rakor TIK; pada kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan selamat datang kepada saudara dalam kegiatan Rakor
TIK ini. Pada kesempatan ini, izinkan saya atas nama pribadi
dan Bupati Sijunjung mengucapkan minal aidin wal

“Pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang merupakan bagian dari
perwujudan amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) sejak tahun 2015, secara
makro dan bertahap telah mampu membangun dan menggerakkan aktifitas perekonomian nagari-nagari.
Namun demikian, sesuai hasil evaluasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi (Kemendesa PDTT), lingkup penggunaan dana desa mayoritas masih didominasi
oleh pembangunan sarana prasarana infrastruktur perdesaan,”jelas bupati.

“Berdasarkan hasil evaluasi dimaksud, serta untuk mengembangkan kreasi nagari/desa dalam menyusun rencana pembangunan, maka pada Tahun Anggaran 2019 Kemendesa PDTT menginisiasi pelaksanaan
Program Inovasi Desa, yang dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan banyak referensi dan inovasi pembangunan nagari termasuk melakukan revitalisasi peran pendampingan desa dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan Sumber Daya Manusia serta infrastruktur perdesaan,”terang Yuswir Arifin.

Dijelaskan bupati, Program Inovasi Desa hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan Desa serta merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusai serta infrastruktur Desa. Melalui Program Inovasi Desa diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. Program Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Nagari/Desa
agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan
produktifitas dan kesejahteraan masyarakat,”papar bupati peraih Leadership Award itu.

“Rakor TIK diharapkan menjadi media pembelajaran, dan peningkatan kapasitas bagi pelaku program-
program dalam lingkup Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) mengenai konsep, prinsip, prosedur, tahapan pelaksanaan
program dan kebijakan kebijakan terbaru terkait pendampingan implementasi UU Desa. Selain itu,
Rakor TIK diharapkan juga dapat menjadi pintu masuk sinergi program-program lingkup PPMD. Dengan
demikian upaya pelembagaan dan pengorganisasian pendampingan implementasi UU Desa dalam
masyarakat dan sistem pemerintahan dapat berjalan optimal,”imbuh Yuswir.

Ditambahkan bupati, bahwa Rakor TIK yang dilakukan tersebut di koordinasi oleh TIK (Tim Inovasi Kabupaten)
bertujuan untuk peningkatan kapasitas bagi seluruh anggota TPID guna mendukung Program Inovasi Desa.
Salah satu kegiatan TPID adalah
capturing/pendukumentasian dan penyebarluasan kegiatan inovasi dalam bentuk cetak tulisan, foto,
video, penyempurnaan video, sewa peralatan dan lain-lain. saptarius