Lestarikan Seni dan Budaya, Minang Sakato Belanda Gelar Minang Cultural Night

2246

JURNAL SUMBAR | Den Haag Belanda – Pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019, Diaspora atau Perantau Minang di Belanda dan Eropa menghadiri kegiatan Minang Maimbau atau Minangkabau Cultural Night di Event Plaza, Rijswik, Den Haag, Belanda.

Acara ini diprakarsai oleh organisasi Minang Sakato Belanda yang dinahkodai oleh Anto Harmunanto dan Ketua Panitia Eri Guci, serta dibantu oleh Perantau Minang di Belanda, Perancis, Belgia, German, Luxemburg dan sekitarnya.

Acara dibuka oleh Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja; Anggota DPD RI Ibu Emma Yohana; Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, serta Burmalis Ilyas, Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network Global.

Menurut Ketua Panitia, Eri Guci, acara ini didukung oleh KBRI di Den Haag, Minang Diaspora Network, Pemko Sawahlunto, Bank Nagari, BNI Belanda, Indojalito Peduli, Kripik Sherly, Salero Minang, Lapek Jo dan sponsor lainnya.

Acara dibuka dengan persembahan Tari Pasambahan dan dilanjutkan dengan pertunjukan berbagai tarian Minang dan tari daerah lainnya dari Indonesia yang dibawakan oleh Asri dan kawan-kawan dari Jakarta, termasuk persembahan Randai dari Perantau Minang Belanda. Selain itu, acara juga diisi dengan bazar kuliner dan kerajinan Minang.

Selain tarian, bazar kuliner dan pameran kerajinan Minang, acara juga diisi oleh fashion show busana adat Minang koleksi Wulan Panyalai Chaniago dan Uni Wiwid Sasmita.

Tempat acara semakin terlihat megah dan meriah dengan adanya pelaminan yang juga dipersembahkan oleh Wulan Panyalai Chaniago. Acara juga dihibur oleh penyanyi berdarah Minang Uni Iane dan kelompok Band Euronesia serta the River yang mengiringi lagu-lagu minang dan nusantara yg mayoritas pemainnya urang minang.

Selain itu, acara juga dihibur oleh Rustam Rusdi yang sengaja didatangkan dari Padang untuk menghibur masyarakat Minang se-Eropa

 

Duta Besar RI untuk Belanda dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Minangkabau Cultural Night ini, dan berharap agar kegiatan seperti ini bisa sering dilaksanakan dalam rangka melestarikan adat dan budaya Minang. Duta Besar RI, Puja sangat mengagumi budaya Minang. Ia masih ingat lagu-lagu legendaris Minang seperti Ayam Den Lapeh oleh Elly Kasim serta Kampuang Nan Jauah Dimato.

Dubes Puja juga sangat mengagumi DNA orang Minang yang suka merantau sampai ke luar negeri dan kagum dengan banyaknya tokoh-tokoh Pahlawan Nasional dan pejuang kemerdekaan yg berasal dari Minang dan mengenyam pendidikan di Belanda seperti Bung Hatta, Sutan Syahrir dan lain-lain.

Puja juga sangat senang Minang Sakato Belanda dan para perantau Minang Belanda mempunyai kepedulian yang besar untuk melestarikan adat budaya Minang serta melanjutkan DNA Minang sebagai bangsa perantau.

 

Burmalis Ilyas mewakili Minang Diaspora Network Global mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia yang dikomandani oleh Ketua Panitia, Eri Guci, Ketua Minang Sakato Belanda Anto Harmunanto dan dibantu oleh Ajo Chudria, Wiwid Sasmita dan perantau lain sehingga acara berjalan lancar dan sukses.

Menurut Burmalis Ilyas, acara ini bisa merupakan pemanasan untuk acara pertemuan Minang sedunia (Minang Diaspora Network Global Forum) yang ke-4 yang insya Allah juga akan diadakan di Belanda tahun 2021. Pertemuan Minang sedunia pertama kali sukses dilaksanakan di Melbourne Australia pada September 2018 dan direncanakan akan kembali diadakan pada tahun 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan pertemuan ke 3 di Padang Sumbar sekalian Pulang Basamo tahun 2020

Burmalis juga mengapresiasi semangat dan perjuangan diaspora Minang Belanda dalam melestarikan adat dan budaya Minang. Ia juga menyampaikan pesan Tan Sri Rais Yatim agar masyarakat Minang di Eropa dan belahan bumi lainnya untuk mengajarkan anak cucunya berbahasa Minang dan tidak lupa dengan identitas Minangkabaunya.

Pada acara ini, Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI/Senator Sumbar, Emma Yohana juga ikut hadir untuk memberikan dukungan. Emma yang sudah terpilih untuk ketiga kalinya ini sangat dikenal tidak hanya sebagai politisi Bundo Kanduang, tapi juga pengusaha dan budayawan yang selalu mempromosikan seni budaya Minang ke luar negeri. Di sela-sela tugasnya di Brussel, Belgia, ia menyempatkan untuk menghadiri acara Minang Maimbau dan bersilaturahmi dengan perantau Minang di Belanda dan Eropa sambil mendengarkan aspirasi para perantau.

Selain itu Surya Rosa Putra selaku Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang berkedudukan di Paris Perancis yang juga putra Minang selalu berjuang mempromosikan seni budaya Indonesia dan peninggalan sejarah untuk masuk dalam Warisan Dunia UNESCO sebagai peninggalan sejarah yang diakui dunia internasional. Saat ini ia sedang mempromosikan salah satu peninggalan sejarah di Sawahlunto yaitu budaya tambang batubara Ombilin. Rilis MDN-G