Musyawarah Besar Perdana Sako, Titik Awal Jadi Rumah Besar Perantau Nagari Sabu

176

JURNAL SUMBAR – Batusangkar – Pelaksanaan Mubes bertujuan membentuk pengurus Sako Nusantara, menyusun AD-ART, program kerja dan memberikan rekomendasi pembangunan nagari.

Hal itu dijelaskan Wakil Ketua Panitia Mubes Sako Zainil Pakiah Sati Nagari Sabu ( 8/6) dalam Musyawarah Besar Perdana Sako (Sabu Sakato) di Kantor Kerapatan Adat Nagari Sabu setempat.

Dikatakan satu tahun lalu, 18 Juni 2018, pihak nagari dan ninik mamak sepakat untuk membentuk wadah perantau Sabu dalam satu organisasi, sehingga koordinasi dan komunikasi lebih mudah.

15 wilayah Sako sudah ada saat ini, sebut Zainil Pakiah Sati tersebar di berbagai daerah, Jabodetabek, Jambi, Sorolangun, Batam, Pekanbaru, Rengat, Kuansing, Pasaman, Padang dan lain-lain. ” Rencana juga kita akan bentuk di Bandung, Kalimantan, Sulawesi dan Papua,” tutur Zainil Pakiah Sati.

Diharapkan mubes ini, kata Zainil Pakiah Sati menjadi titik awal Sako menjadi rumah besar perantau Nagari Sabu punya kontribusi bagi warga nagari dan perantau.

Seterusnya, Wali nagari Sabu Omrizal Dt Sudano sangat mendukung kehadiran Sako Nusantara, karena kehadiran Sako sangat diperlukan nagari dan masyarakat sekaligus mampu menguatkan posisi anak kemenakan di rantau, maka perlu saling mengenal satu sama lain

Pendapat sama juga disampaikan Ketua KAN Sabu  R Dt Kayo dan Tokoh masyarakat Afriman Dt Majo Indo terbentuknya Sako sebagai sejarah besar nagari Sabu. Pemerintah nagari, masyarakat dan perantau akan mudah menyelesaikan masalah- masalah yang ada.

Sementara bupati Tanah Datar diwakili Camat Batipuh Arianto menyampaikan selamat datang
kepada perantau dalam melaksanakan Mubes Perdana Sako Nusantara merupakan momen luar biasa melibatkan perantau dalam memajukan nagari Sabu.

Pulang basamo, ucap Arianto merupakan moment pengenalan adat dan budaya Sabu memiliki nilai-nilai luhur kepada anak-anak lahir dan dibesarkan di Rantau, sehingga mereka tidak kehilangan jati diri sebagai anak nagari Sabun. habede