Penilaian Nagari Berprestasi Selesai, Pemenang Wakili Sumbar ke Tingkat Nasional

465

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Penilaian Nagari/Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2019 hari ini selesai dilaksanakan, dan Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota merupakan Nagari yang terakhir yang dinilai oleh Tim Penilai dari Provinsi Sumatera Barat, pada hari ini Rabu 20 Juni 2019.

Tim Penilai dari Provinsi Sumatera Barat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Syafrizal, MM, dalam sambutannya sambil berpesan kepada yang akan dinilai mengatakan, bahwa karena Nagari Taram merupakan Nagari terakhir yang dinilai tolong berikan kepada Tim apa keistimewaan dan inovasi yang ada.

“Inovasi yang ada itu tidak saja yang bermanfaat untuk pelayanan, tetapi yang lebih penting adalah inovasi yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dan partisipasi masyarakat serta sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah Nagari,  sehingga program dan kegiatan pemerintah Nagari dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dikatakan Syafrizal, nagari terbaik nantinya akan mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk lomba di tingkat Nasional sekaligus akan dijamu oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Presiden. “Kita semua di sini tentu sangat berharap, semoga Nagari Taram menjadi Nagari Berprestasi yang terbaik di Sumatera Barat, hal yang sama juga diharapkan oleh Nagari lainnya yang ikut berlomba dan berkompetisi,” harapnya. “Keistimewaan apa yang ada disini yang akan dilihat dan akan dibuktikan,” tambahnya.

Selesai penilaian lapangan ini, Tim juga akan rapat secepatnya untuk mengakumulasi nilai masing-masing Bidang pada setiap Nagari yang ikut berlomba, yang mendapatkan hasil tertinggi akan diputuskan sebagai pemenang melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat.

Selanjutnya mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan ini juga mengatakan bahwa inovasi tidak hanya dari Pemerintah tetapi inovasi dari masyarakat juga tidak kalah pentingnya, yang mana inovasi dari masyarakat ini juga perlu dan selalu dibina oleh OPD terkait yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, demi untuk kemajuan Nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Mantan Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat ini juga menyampaikan, bahwa penilaian ini merupakan rangkaian dari penilaian yang ditentukan oleh Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 Tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, dan juga Petunjuk Pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan Tahun 2019 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Pemerintah Desa Mendagri. “Dimana penilaian diawali dengan pemeriksaan Administrasi, dan setelah itu dilakukan ekspose Wali Nagari, selanjutnya dilaksanakan peninjauan lapangan, atau melihat langsung kondisi fisik atau sesuatu yang telah dibangun di Nagari selama tiga tahun terakhir,” jelasnya.

Sebelumnya Bupati Limapuluh Kota, Ir. H. Irpendi Arbi, MP dalam pidatonya mengatakan, bahwa Nagari Taram semakin hari semakin berbenah,  hal ini dapat dilihat pembangunan fisik dan non fisik selalu meningkatkan dari tahun ke tahun, pembangun PAUD, POSYANDU, jalan Desa yang menghubungkan antar Jorong dalam Nagari, dan antar Nagari,  sehingga hasil panen pertanian dan perkebunan lebih mudah dibawa ke tujuannya, begitu pula dengan pemberdayaan perekonomian masyarakat, seperti membuat cemilan dan kuliner khas Taram,  seperti randang Talua, bareh randang, randang baluik dan sebagainya.

Semua hal diatas juga diperkuat oleh Walinagari Taram Defrianto Ifkar, dimana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat disebut dengan PADAN (Pelayanan Administrasi Nagari) dengan memanfaatkan Teknologi Informasi seperti E-Planing,  Website,  FB dan WA, optimalisai pelayanan kepada masyarakat adalah tekat seluruh perangkat Nagari, dan selalu melaksanakan rapat rutin setiap minggu dan juga rembuk Jorong setiap bulan. Disamping itu juga ada Relawan PELITA yang bergerak di bidang sosial seperti mengoleksi iuran masyarakat, yang disebut dengan Swa JKN, iuran masyarakat dipungut Rp. 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) sekaligus mmemferivikasi data masyarakat untuk pengurusan JKN nya, demikian dilaporkan dari Taram Limapuluh Kota. (by. Akral)