Ditandai Pembuangan, Momen Spektakuler Festival Tabut Bengkulu 2019 Itu Berahkhir

210

JURNAL SUMBAR | Bengkulu – Tak bisa dipungkiri, Indonesia pasti sudah tidak asing lagi mendengar Festival Tabut Bengkulu, karena di tahun 2019 ini berhasil menjadi 30 besar Calender of Event Nasional Kementerian Pariwisata RI. Berikut simak laporan Jon Aidi Patopang Kontributor Jurnalsumbar.com dari Bengkulu.

Festival tabut tahun 2019 ini dikemas jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, panitia lebih mengutamakan kenyamanan pengunjung baik wisatawan lokal, nasional dan manca negara.

Bahkan penyelenggara sangat memahami apa yang diinginkan oleh pengunjung dalam event berskala nasional dan internasional yang juga diikuti penampilan dari 5 negara yaitu Malaysia, Jepang, Jerman, India dan Tanzania.

Penampilan Tari kreasi tabut itu sendiri berlangsung sejak 31 Agustus 2019 lalu dan resmi dibuka Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Festival Tabut 2019 itu sendiri dilaksanakan di Lapangan Merdeka atau tepatnya di depan Gedung Balai Raya Semarak Bengkulu (Rumah Dinas Gubernur Bengkulu-red).

Bahkan open ceremonya sangat meriah, disaksikan puluhan ribu pengunjung. Sajian pentas tari kreasi dan kolaborasi musik etnik mendapat apresiasi langsung dari Ketua COE Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata RI Esty Reko Astuti.

Bahkan ketika itu, Tari persembahan untuk Rajo Penghulu prosesi tradisi Tabut diawali dengan  upacara Mufakat Rajo Penghulu yaitu Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) datang menjemput Gubernur dengan diiringi lantunan musik etnik Tabut sepanjang perjalanannya ke Panggung Utama yaitu tempat singgasana Rajo Penghulu (tempat duduk Gubernur bersama KKT).  

Persembahan awal,  disajikan tarian kolosal Jari-Jari Karbala. Tarian ini menceritakan mengenai perjalanan Cucu Nabi Muhammad SAW Husein. Setelah penampilan musik Mufakat Rajo Agung, dilanjutkan dengan Tarian Seni Malabro Serempak Silat Menghadang, yaitu tarian yang dipadukan dengan gerakan silat. 

Namun, pada Selasa (10/9/2019) hari ini rangkaian kegiatan Tabut itu berakhir sudah. Hal itupun ditandai dengan tumpah ruahnya masyarakat Bengkulu. Sejumlah ruas jalan, seperti jalan Jenderal Sudirman, Jalan Suprapto sampai kawasan kraplah tempat terakhir pembuangan tabut penuh sesak.

Salah seorang pengunjung dari Kabupaten Lebong, Sawanto ikut serta dalam pembuangan tabut itu. Bahkan Suwanto bersama istri dan anaknya tak merasa lelah berjalan kaki yang cukup panjang ikut menyertai pembuangan tabut itu.

“Kami dari Lebong subuh tadi dan sampai di Kota Bengkulu jam 09.00 WIB langsung kesini, kegiatan tahunan ini sangat kami tunggu. Hal ini sangat baik untuk mengetahui budaya Bengkulu sekali gus mempengati tahun baru Islam,”sebut Suwanto, Selasa (10/9/2019) siang.

Sebelum dilaksanakan pembuangan, malamnya (Senin, 9/9/2019) dilakikan prosesi tabut bersanding diikuti sekitar 24 telong-telong bersanding yang berasal dari instansi pemerintah dan keluarga tabut Kota Bengkulu.

Menariknya, prosesi itupun dilaksanakan penilaian. Dari hasil telong-telong bersanding pada malam itu terjaring nama pemenangnya. Dari kategori termegah disabet Kelurahan Kebun Geran, Kelurahan Tanah Patah, dan Kelurahan Lempuing.

Sedangkan kategori Inovatif, diraih Kelurahan Sumur Meleleh, Kelurahan Lempuing, dan kelurahan Tanjung Agung. Pada kategori Terindah, jatuh pada Kelurahan Pasar Melintang, Kelurahan Tanjung Jaya, dan Kelurahan Pondok Besi dan kategori Kompensional diperoleh Kelurahan Sumur Meleleh dan Kebun Ross.

Dalam penutup pestival tabut yang sudah dilaksnakan selama 10 itu ditutup Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Marsyah diwakili Sekda Bengkulu Nopian Andusti.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak-pihak yang telah membantu untuk mensukseskan festival tabut ini. Festival ini dipergunakan untuk memperkenalkan budaya Bengkulu kepada masyarakat luas yang harapannya dapat berdampak pada citra daerah dan perekonomian masyarakat,” kata Nopian. jon aidi patopang
editor; saptarius