Bupati Sutan Riska Lakukan Germas di Nagari Koto Beringin Tiumang

117

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Sepanjang pagi hingga siang hari Senin (21/10/19) Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan berada di Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang. Apa saja kegiatan orang nomor wahid di Dharmasraya itu, rupanya dia sedang ada acara Germas di nagari itu bersama masyarakat. Dia memilih hadir pada acara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ikut bersama Bupati, Kadis Kesehatan dr. Rahmadian, Kepala Bappeda Drs. Andi Sumanto, Kepala BKD Paryanto, Kepala Diskdik Marius, Kepala Disdukcapil Netti Helma, Asisten I M. Yusuf, SH, Inspektur Daerah Kandam dan Kabag Humas Budi Waluyo. Dari Koto Beringin hadir Camat Tiumang Arwinta, Walinagari Koto Beringin Sudarman, SH, dan seluruh walinagari se Kecamatan Tiumang.

Berbagai pelayanan publik digelar mengiringi acara Germas, antara lain pelayanan KB, Pelayanan KTP dan dokumen kependudukan, pelayanan SIM, Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan, dan bahkan dalam kesempatan itu, Bupati termuda di Indonesia itu didapuk menyerahkan Bansos Lansia untuk 200 orang lebih.

Saat menyerahkan Bansos Lansia, bupati yang sukses mengantar empat warga Dharmasraya ke DPRD Sumbar itu, mengajak semua Lansia di Tiumang untuk me doakan agar Pak Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin senantiasa diberi kesehatan sehingga bisa menjalankan tugas sebagai presiden 2019-2024. “Kemarin Pak Presiden dan pak Wapres sudah dilantik, bapak dan ibu mari kita doakan agar beliau sehat dan dapat membawa Indonesia lebih sukses,” kata Sutan Riska.

Menurut Sutan Risk, salah satu prioritas kebijakan dalam 2020 me datang adalah pemberian Bansos Lansia. Tahun ini baru diberkan untuk 3000 orang, sementara jumlah Lansia yang patut mendapat Bansos. Di tahun 2020 mendatang akan dianggarkan 7000 Lansia untuk terima Bansos. “Tahun depan semuanya dapat Insyaalah. Kita berdoa semoga diberi kesehatan dan kekuatan,” kata bupati dua putra itu.

Sementara sebelumnya Bupati Sutan Riska minta agar warga Koto Beringin dapat menjaga hasil basil pembangunan, terutama jalan dan jembatan yang selama ini sudah dibangun. Dengan demikian, jangka usia produktif infrastruktur yang ada bisa lebih paniang dan pemerintah bisa memghemat biaya perawatan jalan. Sisa penghematan ini jika besar jumlahnya bisa menjadi modal kembali untuk diarahkan ke tempat lain yang sangat membutuhkan.humas
editor; saptarius