FGD Intensifikan Sosialisasi Klasterisasi PT, Rektor UNP Hadirkan Direktur PKPT

107

JURNAL SUMBAR | Padang — Upaya Universitas Negeri Padang (UNP) untuk meningkatkan sosialisasi informasi klasterisasi tidak hanya sebatas pimpinan universitas dan fakultas, akan tetapi juga melibatkan koordnator program studi, Ketua dan Sekretaris Jurusan selingkungan UNP.

Rektor UNP, Prof Ganefri menghadirkan Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Republik Indonesia, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T. sebagai nara sumber dalam focus group discussion (FGD), di Ruang Sidang Senat Lt 4 Gedung Rectorate and Research Center UNP, Senin (21/10).

FGD bersama Direktur PKPT Kemenristekdikti itu dilaksanakan sebagai upaya mendorong kinerja pimpinan civitas akademika UNP untuk meningkatkan kualitasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 75 orang terdiri dari para wakil Rektor, ketua dan Sekretaris Senat, Dekan/Direktir Pascasarjana, Para Wakil Dekan/Asdir Pascasarjana dan ketua/sekretaris LP2M/LP3M, para ketua dan sekretaris Jurusan serta koordinatior Prodi.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UNP, Prof Ganefri menegaskan bahwa kehadiran Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T. sangat penting dalam rangka pengembangan rencana strategis universitas, rencana strategis fakultas, jurusan, dan program strudi. Untuk itu, maka dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD–red) ini diundang semua pimpinan universitas, fakultas, jurusan, dan program studi.

Sementara itu Direktur PKPT Kemenristekdikti RI, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., MT dalam paparannya mengatakan peningkatan kualitas perguruan tinggi sangat penting berkaitan dengan akreditasi perguruan tinggi dan klasterisasi atau pengelompokan perguruan tinggi secara nasional. Oleh karena itu, perhatian pada peningkatan universitas merupakan tanggung jawab semua pihak, semua pimpinan universitas, pimpinan fakultas, jurusan, program studi, dan seluruh sivitas akademika.

Ditambahkannya, Kemenristekdikti bukanlah untuk melakukan pemeringkatan melainkan untuk melakukan klasterisasi (pengelompokan) dan sangat penting bagi pembinaan bagi perguruan tinggi.

Ia menyatakan untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi sangat diperlukan tiga hal utama yakni kepemimpinan, komitmen, dan sistem yang terintegrasi. Untuk sistem yang terintegrasi ini merupakan hal utama yang perlu menjadi perhatian universitas.

Menurutnya, pada proses akreditasi, 60 persen data kuantitatif akan diambil melalui database PDPT Kemenristekdikti. Dengan demikian, data base pada sistem yang terintegrasi perlu diperhatikan. (Agusmardi/Humas UNP)