Wisatawan Membludak, Jalan Silokek Macet, Anggota DPRD Sijunjung Tak Tahu ada Iven

4422

JURNAL SUMBAR | Sijunjung- Waw..! Sepanjang Minggu (10/11/2019) kawasan Geopark Silokek, Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung membludak dipadati pengunjung, jalan utama menuju lokasi pun diwarnai kemacetan. Diantara obyek sasaran pengunjung yakni Ngalau Basurek dan Tepian Pasir Putih.

Dari pantauan kontributor Jurnalsumbar.Com, pengunjung datang terlihat dinominasi masyarakat lokal asal Kabupaten Sijunjung, ke lokasi hampir 80 persen menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor), dan itu jumlahnya mencapai ribuan.

Menyusul berlangsungnya Festival Geopark Silokek (Geofest) 2019, dengan kegiatan utama Arung Jeram Internasional (melibatkan Malaysia, Maroko, Indonesia red-), terbagi atas 50 team, 250 peserta.Anehnya, anggota DPRD Sijunjung mengaku ada yang tidak tahu dengan kegiatan iven dunia tersebut.

“Khususnya untuk Kegiatan arung jeram, secara resmi dimulai hari ini, dan akan berlangsung sampai 14 November nanti. Ditandai dengan acara lounching oleh Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, di Komplek Perkampungan Adat, Nagari Sijunjung, dihadiri segenap tokoh masyarakat,” Jelas Sekdakab, Zefnihan seperti dikutif media lokal.

Lebih lanjut dikatakannya, arena lintasan arung jeram adalah hamparan Batang Kuantan menuju Nagari Silokek. Di sejumlah titik dihiasi berbagai tantangan buatan alam, arus deras, jalur ekstrem sela bebatuan, dan lain sebagainya.

Macet Parah
Meningkatnya angka pengunjung serta-merta berujung Kemacetan panjang di depan pintu masuk Geopark Silokek menuju Tepian Pasir Putih. Lantaran pengendara saling tak sabaran hendak meringsek, baik dari Muaro Sijunjung maupun arah Geopark sendiri.

Ditambah di sepanjang kiri kanan ruas jalan para pengunjung juga banyak memarkirkan kendaraan, tak beraturan. Hingga akses jalan yang hanya berdiameter sekitar 4,5 meter tersebut menjadi kian sempit. Ditambah kalangan pedagang keliling/asongan ikut memanfaatkan pinggir jalan untuk ngetem.

“Harusnya antar pengendara saling bersabar, melintas masuk bergantian. Namun satu sama-lain kesannya malah saling terburu, tak mau mengalah,” keluh seorang pengendara, Darmon,47, asal Muarobod, Kecamatan IV Nagari.

Pemandangan demikian bergulir diluar predisksi, puncaknya berlangsung sekitar pukul 11.00 – 15.30. Untuk mengantisipasi keruwetan akses lalu lintas, memaksa sejumlah relawan masyarakat turun tangan tanpa pamrih untuk mengatur arus kendaraan. Diantaranya menerapkan sistem buka tutup, antar kedua arah disarankan melintas bergantian.

“Kalau tidak pakai sistem buka tutup, kemacetan akan berlangsung sampai malam,” ungkap salah seorang relawan, Joni,30, pemuda Nagari Silokek.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menambahkan, kawasan Geopark Silokek telah dirancang menjadi kawasan utama tujuan wisata Kabupaten Sijunjung. Bahkan untuk rencana pembangunan jangka panjang Geopark Silokek telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat.

Salah-satu program mendeeak yang telah dientaskan, adalah terkait pembenahan infratruktur jalan utama menuju lokasi berupa aspal hotmix. Panjangnya mencapai 3 kilometer, didanai oleh APBN 2109.

“Pemkab Sijunjung punya target besar untuk Geopark Silokek, guna menjadikan kawasan itu sebagai kawasan tujuan pariwisata Sumbar. Maka secara bertahap proses pembangunannya terus dilakukan,” tegasnya.

Anggota DPRD Tidak Tahu

Ironis lagi, kegiatan arum jeram itu tak dihadiri anggota DPRD Sijunjung. Kabarnya, iven tersebut tak melibatkan wakil rakyat. Benarkah? ” Iven arung jeram dunia digelar di Kabupaten Sijunjung, tapi anggota DPRD tidak tahu menahu,”kata Anggota DPRD Sijunjung, Syasmi Ultriadi.

Bahkan mantan Ketua KONI Sijunjung itu juga merasa heran. Keherannya pun bertambah ketika kegiatan tersebut juga tak mengikutsertakan kalangan pers yang berada di Sijunjung. “Masa iya hanya di undang pada pembukaan acara saja. Jadi selama ini apakah tidak terjalin hubungan dengan pers Sijunjung,”tanya Ketua DPD Perindo Sijunjung itu.

Ketua PWI Sijunjung Terpilih, Rusli Jawaher juga tak habis berpikir. “Urang mambantai dihalaman rumah awak, jaan ka daging, darah saja indak dapek dek awak. Anehnya lagi mereka saling lempar bola, seolah-olah kegiatan itu dikemas orang propinsi,”ucap Rusli Jawaher yang juga mantan Kabag Humas Pemkab Sijunjung itu. anton/rius/ril

editor; saptarius