Mutiara Hitam di Sawahlunto Itu Bawa Bencana, Tiga dari Empat Penambang Tewas Tertimbun Reruntuhan di Lubang Tambang

1879

Saat warga melakukan evakuasi korban penambang

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Sebanyak empat orang pekerja tambang batubara tertimpa reruntuhan di lubang tambang. Tiga orang diantaranya meninggal dunia, sementara satu orang pekerja lainnya mengalami luka parah.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur membenarkan hal tersebut, peristiwa terjadi pada Sabtu (12/9/2020) sekira pukul 05.00 WIB kemarin. Namun proses evakuasi baru selesai hingga Minggu (13/9/2020) pagi.

“Sampai saat ini, keseluruhan pekerjaan telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam lobang,” katanya seperti dikutif klifpositif pada Minggu (13/9/2020).


Lubang Tambang Itu di Policeline

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sawahlunto Iptu Ray Sinurat menambahkan, korban yang meninggal pertama dunia ditemukan tidak lama usai kejadian.

“Dan dilanjutkan ditemukan korban yang meninggal kedua pada sore harinya. Korban terakhir ditemukan pada pagi ini sekira pukul 06.00 WIB,” katanya.

Ray menambahkan, ketiga korban meninggal di cabang lubang tambang batubara. “Kan ada lubang utama, kemudian lubang itu ada cabangnya juga. Lubang yang runtuh itu di cabangnya itu,” ujarnya seperti dilansir klifpositif.

Pihaknya akan melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi terkait peristiwa ini. “Namun saat ini belum bisa dilakukan, kita akan selidiki secepatnya,” kata dia.eko