Dibuka Bupati Sijunjung, Festival Matrilineal Di Perkampungan Adat Meriah

Festival Matrilineal Di Perkampungan Adat Sijunjung sukses dan meriah

JURNAL SUMBAR | Sijunjung –Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, diwakili Sekretaris Daerah, (Sekda) DR. Zefnihan, AP., M. Si., membuka secara resmi Festival Matrilineal bertempat di Perkampungan Adat, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, pada Jum’at,  21 November 2025 malam.

Festival Matrilineal keempat tahun 2025 ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu dari tanggal 21 sampai dengan 22 November 2025, dengan berbagai kegiatan yaitu: Gotong Royong di Perkampungan Adat, Pameran kebudayaan, Bimbingan Teknis Lembaga Kebudayaan, Workshop Baju kuruang Basiba, Workshop Konservasi Rumah Gadang,  Lomba menggambar dan mewarnai, dan Pertunjukan seni budaya.

Dalam sambutannya, DR. Zefnihan mengatakan bahwa, Perkampungan adat Sijunjung merupakan salah satu unsur budaya selain unsur geologi dan biodiversity dari Geopark Ranah Minang Silokek sebagai geopark nasional.

“Alhamdulillah, hari ini Festival Matrilineal yang keempat tahun 2025, Kembali dilaksanakan di sini, sehingga menjadi ajang yang luar biasa bagi kita untuk terus memajukan dan ajang promosi Geopark Ranah Minang Silokek itu sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini Sekda, diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang sistem kekerabatan matrilineal, dan juga sebagai usaha untuk mendukung perkampungan adat nagari Padang Ranah dan Tanah Bato Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat untuk diusulkan sebagai warisan Budaya ke UNESCO dan Geopark Ranah Minang Silokek menjadi Unesco Global Geopark.

“Dengan terselenggaranya kegiatan Festival Matrilineal 2025 ini, akan menjadi wujud nyata dari amanat Undang-undang nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Karena saat ini Kabupaten Sijunjung sudah mempunyai Geopark Ranah Minang Silokek yang sedang dinominasikan untuk menjadi Geopark Dunia. Dan kedepannya Perkampungan Adat Padang Ranah dan Tanah Bato Nagari Sijunjung dapat diwujudkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO, “harap Sekda Zefnihan.

Festival ini tambah Sekda, merupakan alat baca tentang kondisi terkini, serta pengetahuan mendalam atas praktik budaya matrilineal di Minangkabau sebagai stakeholder terbesar dari budaya matrilineal di Nusantara. Andi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.