Siap Ramba Pasar Dunia, Pabrik Plascamoes Pertama di Indonesia Hadir di Sijunjung

1775

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Luar biasa! Berkat dukungan dan upaya kerja keras Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, Drs Yuswir Arifin Dt Indo Marajo, MM, untuk mendongkrak ekonomi di Sijunjung khususnya terbukti sudah.

Betapa tidak, pada April 2019 ini bakal segera beroperasi pabrik Plascamoes pertama di Indonesia Hadir di Sijunjung. Pabrik yang dibangun diatas areal sekitar seluas dua hektar di tanah milik Syahbuddin Dt Sinaro (Datuk Abu) dibawah payung PT Telabang Rokan Indonesia.

“Pabrik ini dibangun sejak akhir tahun 2017 dengan usaha Plascamoe sejenis kain lab (kanebo) untuk ibu rumahtangga, lab mobil kaca dan lainnya,” ucap Direktur PT Telabang Rokan Indonesia, Amrullah Syahputra dan Pardi selaku pemegang saham.

Berinvestasi mencapai Rp10 miliar lebih, pabrik Plascamoes pertama di Indonesia yang hadir di Sijunjung, tepatnya di Nagari Kunangan Parit Rantang (Kunpar), Kecamatan Kamangbaru itu, bakal menyerap ratusan tenaga kerja.

“Saat ini kita sudah menginvestasi sudah lebih dari Rp10 miliar dan akan mempekerjakan ratusan tenaga kerja dan sekitar 100 pekerja buruh kasar wanita,” kata Pardi dan diamini Amrullah Syahputra.

Nantinya, produksi pabrik Plascamoes tersrbut akan memproduksi mencapai satu juta hingga satu setengah juta helai/pics Plascamoes. Selain pangsa pasar lokal, pabrik dibawa bendera PT Telabang Rokan Indonesia itu juga bakal siap merambah pasar dunia.

“Kita siap untuk bersaing dengan harga pasar dunia. Harganya kisaran antara Rp3 ribu hingga Rp5 ribu/pics. Saat ini kapasitas pabrik sudah 4 LAIN dan yang siap beroperasi ada 2 LAIN dengan produksi 200 ribu pics/LAIN/bulan,” terang Pardi sembari menyebutkan bakal beroperasi paling lambat pada April 2019 ini.

“Soal bahan baku dari PUA (tepung), jika ada tepung yang cocok untuk bahan bakunya tentu kita tak perlu menginpor. Nanti bida kita coba semua, apa Topioka, jagung maupun sejwbis kacangan yang cocok jadi bahan bakunya. Jika tidak ada yang cocok, ya terpaksa kita inpor dari China,” tambah Pardi diamini Amrullah.

“Kalau soal pangsa pasar kita tidak kuatir, karena kita sudah ada pangsa pasarnya dan kita juga siap bersaing dengan pangsa pasar,” tambah Pardi lagi.

Berbahan baku plastik sitentis invor Tiongkok (China) dan Topioka, usaha tersebut bakal berkembang. Pasalnya, untuk saat ini pembangunan pabrik Plascamoes Pertama di Indonesia ini hadir di Sijunjung.

“Ini kerjasama bilateral antara Sijunjung (Indoneaia-red) dengan pengusaha asal Tiongkok,” terang Camat Kamangbaru David Rivaldo diamini Walinagari Kunpar, Syahbuddin Datuk Sinaro (Datuk Abu) pada awak media Kamis (24/1/2019).

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, pun mengakui bahwa pabrik Plascamoes pertama di Indonesia. “Kita harus bangga ini satu-satunya pabrik Plascamoes jenis kanebo yang ada di Indonesia dan itupun hanya ada di Sijunjung dan tentu kita sangat bangga,” ucap Yuswir Arifin saat membuka acara pelatihan di BLK Sijunjung, Kamis (24/1/2019).

Anggota DPRD Sijunjung, H Sarikal, mengaku bangga atas hadirnya pabrik Plascamoes pertama di Indonesia yang hadir di Sijunjung itu. “Dengan berdirinya, pabrik kanebo di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Kamangbaru yang diprakarsai oleh bapak Sahbuddin (Dt abu), tentu saya sangat memberi apresiasi kepada beliau, karna beliau telah mambawa investor mau berinvestasi didaerah kita, dan baru satu-satunya pabrik tersebut di Indonesia,”terang Sarikal dari Fraksi Partai Golkar itu pada awakedia, Kamis (24/1/2019) melalui WhatsAppnya.

“Dengan harapan tentu akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, tentu juga sesuai dengan skilnya. Saya atas nama masyarakat dan sekaligus mewakili masyarakat Sijunjung, mengucapkan terima kasih kepada beliau dan kepada pemerintah daerah yang telah memberi perizinan yang tidak dipersulit, sehingga berdirinya perusahaan ini di Kabupaten Sijunjung, dan harapan kepada masyarakat, supaya ini bisa kita dukung secara bersama, bagaimana supaya investasi ini bisa bertahan di daerah kita,” ucap Udo begitu sapaan akrab sang Legislator itu ramah. saptarius/Azneldi