Empat Puluh Peserta Pelatihan Pelaku Wisata Tanah Datar Study Tiru ke Lawang Park

JURNAL SUMBAR | Batusangkar –  Sebanyak 40 orang peserta pelatihan pelaku wisata Tanah Datar didampingi Kabid Pariwisata Dinas Parpora Tanah Datar, Minggu(13/9/20) melaksanakan studi Tour ke  Lawang Park, Kabupaten Agam.

Menurut Kabid Pariwisata Dinas Parpora Tanah Datar Efrison, Selasa(15/9/20), tujuan studi Tour itu agar peserta pelatihan yang telah mengikuti Bimtek selama lima hari  berturut – turut mendapat pengalaman pula di lapangan bagaimana Lawang Park dikelola oleh pelaku wisata setempat.

Ketika menggelar studi tour ke Lawang Park, Agam,  rombongan pelaku wisata Tanah Datar disambut Kepala Dinas Parpora Agam Syatria serta Abdul Rahman Dt Rajo Lelo sslaku Ketua Pokdarwis Lawang Madani Nagari Lawang Kecamatan Matur, Agam.

Saat pertemuan berlangsung, pihak dinas Parpora Agam memuji Tanah Datar yang memiliki pariwisata lebih maju dari kabupaten Agam. Dalam kesempatan itu, sebut  Efrison dilakukan berbagai diskusi, dan saling sharing teknik dan ilmu untuk memajukan pengelolaan objek wisata di daerah masing-masing.

Bicara tentang objek wisata Tanah Datar, menurut Efrison, Tanah Datar memiliki 150 lebih objek wisata, 12 objek merupakan Top Destinasi unggulan di Tanah datar meliputi, Istano Basa di Pagaruyung, Puncak Pato di Lintau Buo Utara, Desa Terindah di Pariangan, Puncak Aua Sarumpun di Rambatan.

Terus Lembah Anai, Pandai Sikek, Pemandian Air Hangat di Padang Gantiang, Panorama Tabek Patah, Danau Singkarak, Pacu Jawi, Batu Angkek-angkek, dan Pasar Van Der Capellen.

Dikatakan Efrison, dari jumlah itu, hanya dua objek wisata dikelola Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Parpora, yaitu, objek wisata Istano Basa Pagaruyung dan objek wisata Puncak Pato di Lintau.

Dengan demikian, umumnya pengelolaan dilakukan pemilik wilayat, pribadi, maupun nagari. Nyatanya memang masih minim SDM. Untuk itu kita dari Dinas Parpora selalu berusaha mendampingi pengelola objek wisata dengan memberikan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengelolaan pariwisata. Selama bimtek, diberikan berbagai bekal ilmu bagi para pengelola, pungkas Efrison yang punya wawasan luas di bidang pariwisata itu – habede.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.