JURNAL SUMBAR | JAMBI – Malam sudah agak larut, pukul 21.45 WIB, Selasa(29/9/20), merupakan malam terakhir aktivitas Studi Banding Wartawan PWI Tanah Datar di Jambi yang Mashur dengan Kota Tempoyak itu.
” Malam ini diberlakukan PSBB ( Pembatasan sosial berskala besar) Protokol kesehatan Covid 19, sekitar pukul 22.00 WIb terhadap masyarakat yang berkumpul, berjualan, dan pedagang kaki lima di kota Jambi ,” tutur Andre Raffa M.H Kasi pengamanan ,pembangunan setrategis Kajati Jambi yang kemenakan Yuldaveri pengurus PWI Tanah Datar.
Andre Raffa yang luwes itu, sengaja membawa kami keliling kota Jambi dengan kenderaan roda empat Nissan Terano, ikut bersama, mamaknya Yuldaveri pengurus PWI, penasehat PWI Yusnaldi S.S sekedar mengupi dan mencicipi Pempek ala Jambi malam itu.
Dari pemantauan yang dilakukan dari atas mobil Nissan Terano, Kota Jambi, sekitar pukul 22.00 WIB malam tersebut memang sudah sepi. Tiba- tiba ada teguran keras kepada seorang pengendara yang tidak memakai masker ” Haaiii, itu pakai masker ,”. Pengendara itu pun langsung memakai masker yang dimiliki, ternyata yang menegur adalah beberapa petugas Satpol PP yang melaksanakn PSBB.
Karena baru hari pertama diberlakukan PSBB, hanya diberikan Edukasi dan teguran keras hingga sampai ke proses hukum nantinya dengan beberapa sanksi terhadap pelanggar PSBB.
Pemberlakuan PSBB, karena warga Jambi terus saja memperlihatkan peningkatan.Dari catatan yang ada, Selasa (29/9/20), tercatat kasus positif 490 orang , 265 orang sembuh, dan 11 orang meninggal dunia.
Sebelumnya, Senin (28/9/20), kasus positif corona baru mencapai 467 kasus positif, 266 Sembuh dan 9 Meninggal. Dengan demikian, Selasa (29/9/20) ada peningkatan 23 kasus positif corona yang terbanyak.
Sebelum rombongan PWI Tanah Datar mengucapkan ‘ Good Bye ‘ kota Jambi .Satu harapan kami, semoga corona virus ditarik Allah SWT keharibaaNya dari bumi Swarnadwipa, Indoneia begitu juga di seantero jagat raya ini. Aamiin.YRA. .. – h bakhtiar danau, hmr.30.9.20.