Dicopot dari PCO, Presiden Prabowo Angkat Putra Tanjung Ampalu Sijunjung Itu sebagai Komisaris Pertamina
Hasan Nasbi Dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Komisaris Pertamina
JURNAL SUMBAR | Jakarta – Hasan Nasbi, merupakan putra asli Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kelahiran Bukittinggi pada 11 Oktober 1979 lalu itu, kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Komisaris Pertamina setelah—sebelumnya ia dicopot dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau (PCO).
Hal itu menyusul Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mendatangi mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau (PCO) Hasan Nasbi, pada Senin (29/9/2025) kemarin.
Hasan mengatakan, Teddy datang dengan membawa surat dari Presiden Prabowo Subianto.
“Beliau mengantarkan surat dari Presiden. Surat ucapan terima kasih dan pemberitahuan pemberhentian dari jabatan oleh Presiden,” ujar Hasan seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/9/2025) kemarin.
Hasan menjelaskan, mereka sekaligus bertemu dalam rangka mengobrol hal-hal ringan. Bicara soal Gaza, Trump Puji Prabowo Pemimpin Hebat dan Dihormati.
Apalagi, Hasan mengaku sudah berkawan lama dengan Teddy.

“Sekalian ngobrol-ngobrol ringan. Toh kita sudah kenal dan berteman lama. Cuma selama ini, karena kesibukan masing-masing, jarang punya waktu untuk bicara santai dan informal,” ujar dia.
Seperti diketahui, Hasan Nasbi dicopot dari jabatan kepala PCO pada Rabu (17/9/2025). Nomenklatur PCO pun berubah menjadi Badan Komunikasi Pemerintah dan kini dipimpin oleh Angga Raka Prabowo.
Setelah meninggalkan posisi kepala PCO, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai komisaris PT Pertamina (Persero), sesuai dengan keputusan para pemegang saham perusahaan tersebut.
Hasan Nasbi adalah seorang konsultan politik dan politisi Indonesia. Dia kini menjabat sebagai Komisaris Pertamina, setelah sebelumnya di-reshuffle dari Kabinet Merah Putih sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia yang dijabatnya sejak 19 Agustus 2024.
Ia merupakan salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk pemilihan umum Presiden Indonesia 2024
Mengenal sosok Hasan Nasbi,
Hasan Nasbi dilahirkan di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 11 Oktober 1979 dalam keluarga Minangkabau. Ibunya merupakan adik satu bapak dari Ahmad Syafi’i Ma’arif. Ayahnya bernama Aliman Syahmi, seorang ulama di Kubang Putih.
Hasan Nasbi mengenyam pendidikan SD dan MTs di Kampuang Nan Limo, Kubang Putiah, Banuhampu, Kabupaten Agam, dan SMA Negeri 2 Bukittinggi.
Pada 1998, ia mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI). Pada Oktober 2000, ia menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat UI. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 2004.
Karir
Ia merupakan salah satu pendiri Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tan Malaka pada Juni 2002.
Ia juga menjadi sekretaris Harry A. Poeze, peneliti Tan Malaka.[14] Pada Oktober 2004, ia menjadi salah satu redaktur Buletin Madilog: Media Pembelajaran Masyarakat yang hanya terbit 3 kali dan beredar di kampus Universitas Indonesia.
Ia menulis buku Filosofi Negara Menurut Tan Malaka (2004) dan salah satu penulis buku Mewarisi Gagasan Tan Malaka (2006).
Hasan Nasbi pernah sebentar menjadi wartawan Kompas antara 2005 hingga 2006. Pada 2006, ia menjadi peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia hingga 2008. Setelah itu, ia mendirikan Cyrus Network, sebuah lembaga survei.
Pada Desember 2011, ia berkenalan dengan Wali Kota Surakarta Joko Widodo yang berdasarkan hasil survei lembaganya didorong untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Pada 2012, ia menjadi Koordinator Tim Relawan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama untuk pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012.
Pada 2016, ia dan enam orang temannya memodali Teman Ahok sebesar Rp500 juta. Pada Januari 2023, ia melakukan perjanjian taruhan mobil Toyota Alphard dengan Sunny Tanuwidjaja apabila Anies Baswedan berhasil maju menjadi calon presiden dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2024.
Harta Kekayaannya
Total harta kekayaan sebesar Rp41,33 miliar. Terdiri dari 9 bidang tanah dan bangunan senilai Rp13,96 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi dan Bogor. Alat transportasi dan mesin senilai Rp9,51 miliar yang terdiri dari 5 mobil dan 1 motor, kas dan setara kas Rp17,69 miliar, dan harta lainnya sebesar 735 juta serta jumlah hutang sebesar Rp575 juta.
sumber; kompas.com/Wikipedia
