Nama Drs.H. Syafrizal, M.Si., Sempat Mencuat, Ternyata Ini Alasan Tidak Mau Ikut Calon Bupati Sijunjung
Drs.H. Syafrizal, M.Si., bersama Pemred Jurnalsumbar.Com, Saptarius
JURNAL SUMBAR | Jakarta – Sosok tokoh yang satu ini sempat masuk dalam bursa Calon Bupati Sijunjung, Sumatera Barat dan membuat ciut nyali calon lainnya kala itu.
Selain didukung lapisan akar rumput, saat itu ia juga didukung oleh sejumlah tokoh politik dan para petinggi pemerintah baik tingkat provinsi hingga nasional. Namun, ia menyatakan mundur dari pencalonan dan membuat pendukungnya tercengang dan kaget.

Setelah itu, ia pun memberikan alasan. Meski ia sudah mengeluarkan amunisi cukup banyak. Bahkan berbagai spekulasi pun muncul kala itu. Siapa Dia dan apa alasannya mundur kala itu dari pencalonan?
Diatas mobil pribadinya, pada Jumat (28/11/2025) sore di kawasan Bintaro Jakarta, Drs.H. Syafrizal, Intan Kayo,M
Si., kepada Pemimpin Redaksi (Pemred) Jurnalsumbar.Com, Saptarius, ia pun bekisah alasan outera asli Sijunjung, kelahiran Lubuk tarok, 10 Februari 1960 itu tak maju.
Hari itu, Syafrizal menghampiri Pemred Jurnalsumbar.Com, dikawan Bintaro usai ia pulang dari Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia ( UIII ) Depok, Jawa barat.

Sepanjang jalan, ia bercerita alasan tak maju di Pilkada Sijunjung kala itu. Kenapa Kanda Syafrizal Tidak mau mencalonkan diri sebagai calon Bupati Sijunjung baik periode 2019 -2024, maupun 2024 – 2029, pada hal masyarakat Sijunjung pada umumnya meminta Syafrizal untuk maju sebagai Calon Bupati Sijunjung, karena Dia adalah Tokoh Sijunjung berkaliber Nasional, bahkan kemampuan dan Jaringannya di Tingkat Nasional tidak di ragukan lagi, karena kalau masa sekarang untuk menjadi pimpinan daerah itu agar supaya berkembang dan maju.
“Apalagi seorang pemimpin itu harus punya line dan jaringan yang bagus dengan pemerintah pusat, kalau tidak, Ya Jalan di tempat,” ucap Kepala Pendayagunaan Asset Universitas Islam Internasional Indonesia ( UIII ) Depok, Jawa barat itu.

Syafrizal sendiri adalah alumni SMA.Negeri Sawahlunto tahun ajaran 1980/1981, ini adalah Jebolan, ( S1 nya ) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto,Jawa tengah, dan S2 Universitas Gajah Mada ( UGM ) Yogyakarta.
Selain itu, ia adalah alumni SMPN. Sijunjung, sosok yang konsisten, sabar dalam pengabdian kepada Bangsa dan Negara ini, di buktikan Syafrizal selama lebih dari 30 tahun mengabdi di Kementerian Agama RI, yang berkantor di Jalan M.Thamrin dan Jalan Lapangan Banteng barat Jakarta Pusat kala itu.
Lantas kenapa Syafrizal tidak mau di calonkan oleh masyarakat Sijunjung untuk jadi Bupati Sijunjung saat itu,,?
Jawaban Syafrizal sangat Tegas dan penuh tanggungjawab.

Ternyata, saat proses Pilkada 2019 itu, Ia sedang menjadi ujung tombak oleh Kementerian Agama RI, yang ditugaskan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saepuddin, salasatu pencetus dan pendiri UIII.
Apalagi, lahirnya ide Pendirian Universitas itu adalah hasil kunjungan Presiden dan Wakil Presiden ke Timur tengah, Presiden Joko Widodo, dan Juga Wakil Presiden RI , Bapak M.Yusuf Kalla, Ketika itu.

Berdasarkan uraian di atas ternyata Fahrul Rozi sebagai Menteri Agama RI, yang sebelumnya diJabat oleh Lukman Hakim Saepuddin, merupakan Menteri Agama yang menugaskan Syafrizal, dan Meminta kepada Drs.H. Syafrizal, M.Si, Agar Tidak maju dulu sebagai Calon Bupati Sijunjung karena pembangunan UII sangat membutuhkan pemikiran, ide dan saran dari Syafrizal.
Rupanya itu alasan dan penyebab Drs.H. Syafrizal, M.Si. “Tidak mau Ikut calon Bupati Sijunjung” Ketika itu.
Di sisi lain, Suami dari Dwi Susi Yenty,S.E., (Kabid Keuangan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta -red) itu juga mengungkapkan,”Kalau seandainya saya maju di Pilkada Sijunjung, tentu banyak yang harus saya persiapkan dulu, diantaranya popularitas yang harus di bangun, kemudian Elektabilitas, dan juga tak kala pentingnya isi tas,, baru nanti masyarakat mau memilih kita. Tanpa itu semua, mungkin agak berat rasanya kita memenangkan kompetisi tersebut, Jadi saya betul – betul realistis sekali menyikapi nya,”kisahnya sambil ketawa penuh canda.

Lagi pula saat ini pensiun Syafrizal justru diperpanjang 5 tahun lagi, karena mesin penggerak & ujung tombak terutama pembangunan Fisik serta tukang racik ramuan UIII tersebut adalah dia, Proyek berskala Internasional yang di Anggarkan melalui APBN itu, degan Pagu Anggaran lebih dari 4 Triliyun Rupiah (Yang di alokasikan secara bertahap ) sukses ia nakhodai dengan terukur dan nyaris tanpa kendala, justru beberapa tahun yang lalu mendapat penilaian sangat positif dan tanpa temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) RI.
Selanjutnya, Syafrizal menyampaikan, “Negara kita adalah negara terbesar penganut agama Islam di dunia, dan beragam agama dan keyakinan di nusantara ini, namun Islam yang damai dan nyaman tersebut hanya ada di Indonesia, Makanya, Indonesia dijadikan Kiblat Pendidikan Tinggi Islam berdasar kan itulah Universitas Islam Internasional Indonesia ( UIII ) ini di dirikan oleh Pemerintah RI, yang merupakan Proyek Strategis Nasional ( PSN )yang di bangun di areal lebih dari 142,5 hektare, di Kota Depok, Jawa barat,”kisahnya.
Lantas gimana kedepannya..? Ia hanya tersenyum. Dibalik senyumnya penuh makna. Sejumlah tokoh justeru kembali meminta ia untuk maju di Pilkada Sijunjung atau sebagai Calon DPR RI pada tahun 2029 mendatang. “Kita lihat saja nanti,”ucap pemilik rumah kost-an itu, yang juga sempat jadi peternak sapi dan juga menjadi petani sawit di kampung halamannya di Lubuktarok Sijunjung. “Yaa, usaha menambah pensiun di hari tua,”kata Syafrizal Intan Kayo penuh arti.*