Terungkap Jelang Nataru, Mulai Soal  Perekonomian, Hingga Masalah PDAM dan Mutasi Dikupas Pemko Sawahlunto

Suasana Jumpa Pers di Rumah Dinas Pemko Sawahlunto, meski sempat tegang berjalan sukses dan lancar 

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, perekonomian di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dinilai masih stabil meski sejumlah daerah lain alami bencana alam.

“Alhamdulillah, perekonomian di Sawahlunto masih stabil, meski daerah lain alami bencana,”kata Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra kepada wartawan saat Jumpa Pers, Senin (22/12/2025).

Jumpa Pers yang dipandu Kadis Kominfo itu, membahas Nataru 2025. Didampingi Wakil Walikota Jefri, Sekdako, para pimpinan OPD terkait, Walikota juga menyampaikan soal perekonomian dan dampak bencana.

Hadiri Jumpa Pers

Melalui Kadis Koperindag, Walikota menyebutkan, dampak bencana diakui ada. Stok beras aman, dan palawija tersedia kisaran lima Minggu kedepan.

Bahkan hampir semua komoditi mengalami kenaikan kisaran 13 sampai 17 persen..”Hingga bulan Ramadhan stok komoditi cukup,”ucap Walinagari seperti disampaikan Kadis Perindagkop.

Untuk menghadapi itu, Pemko Sawahlunto akan melakukan operasi pasar.

https://www.facebook.com/share/v/1GEf1hp54c/

“Stok keberadaan di pasar aman dan sesuai permintaan dan ketersediaan ada. Harga Palawija , terutama cabe sudah stabil. Sebelum nya, harga cabe mencapai Rp90/kg dan sekarang kisaran Rp60 ribu-Rp65 ribu. Soal kualitas beras diakui kurang bagus disebabkan penggilingan karena cuaca,”sebut Walikota disampaikan bagian Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Bahkan pada kesempatan itu, juga dibahas soal pendistribusian air minum dari PDAM. Walikota diwakili Asisten 2 Setdako menyebutkan PDAM butuh anggaran kisaran Rp4,5 miliar.

Banyak hal yang dibahas soal PDAM. Hampir semua pertanyaan berkait dengan PDAM, sayangnya, pihak Pemko Sawahlunto tak menghadirkan Direktur PDAM dan hanya dijawab Asisten 2 Setdako dengan langkah perbaikan.

Soal objek wisata dan masalah jalan juga disampaikan pada jumpa pers itu. Lantaran ruas jalan yang menjadi keluhkan pelaku wisata dari Tanah Datar ke Sawahluto diyakini berdampak terhadap kunjungan wisatawan di Nataru.

Demikian disampaikan walikota melalui Dinas Pariwisata. Untuk menggaet pengunjung, pihak Dinas Pariwisata akan memberikan member pada pengunjung.

Semua pertanyaan di jumpa pers itu, dirangkum secara gamblang oleh Sekdako Sawahlunto. Mulai soal anggaran, ke-PU-an, PDAM pun dikupasnya, termasuk soal kenaikan tarif yang sudah ditolak karena ekonomi masyarakat.

Biaya produksi PDAM menjadi kupasan yang mendalam disampaikan Sekdako. Ia berharap, PDAM dapat memaksimalkan pungsi dari pompa – pompa PDAM, yang juga berharap adanya upaya Walikota mencarikan jalan keluarnya.

Wakil Walikota Jefri juga tak menampik persoalan PDAM. Bahkan katanya, ia bersama Direktur PDAM sudah menghadap Kementerian PU yang saat itu didampingi anggota DPR RI, Andre dan Zigo.

“Moga tahun 2026, masalah PDAM bisa teratasi. Soal modal PDAM tentu harus ada persetujuan dari DPRD,”ucap Wawako. ”

Terkait kekosongan pejabat, ia menyatakan tidak segampang untuk mengisinya, bahkan sebelumnya, Pemko Sawahlunto sudah melakukan mutasi. “Mutasi dilakukan agar tidak merugikan pegawai dan harus diisi oleh orang yang tepat,”jawab Wakil Walikota.

Walikota Sawahlunto

Walikota Riyanda mengucapkan terimakasih atas informasi yang telah disampaikan para wartawan.

“Masalah PDAM, masalah berkelanjutan, dimana pelanggan PDAM sekota mencapai 8.000-9.000 pelanggan. Kondisi keuangan sedang tidak baik, baik saja. Sehingga prioritas utama, kami kesampingkan dulu. Dan masalah PDAM jadi prioritas utama bagi kami. Dan akan kita manfaat IPA yang berada di Kandi dan bekerjasama dengan sejumlah perusahaan soal krisis air. Silahkan lapor ke Hallo Sawahlunto jika ada kendala dan kami akan baca langsung dan kami tanggapi,”ucap Walikota Riyanda.

Masalah jalan, juga dikupas Walikota Sawahlunto. “Semuanya tergantung anggaran dan tentu juga jadi prioritas. Soal mutasi juga cukup menarik, dan prosesnya dari BKN dan butuh kehati-hatian. Tunjukkan kinerja terbaik dan menunggu proses yang tepat untuk melakukan mutasi,”papar Walikota enerjik itu.

Manasik center yang ada di Sawahlunto bakal bisa menarik wisatawan termasuk water boom. Jelang Nataru, Pemko Sawahlunto akan melakukan gotoroyong bersama. *

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.