Terlihat Ketua PMI Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny meninjau dan memberikan bantuan pada korban bencana Kebakaran Di Nagari Kunpar, Kecamatan Kamangbaru
JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Jorong Sungai Tambang II, Nagari Kunangan Parit Rantang (Kunpar), Kecamatan Kamang Baru, Minggu (8/3/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis malam (5/3/2026) sekitar pukul 22.44 WIB.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemkab Sijunjung bersama instansi terkait bergerak cepat meninjau lokasi kejadian sekaligus melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak. Bantuan dari berbagai pihak pun disalurkan guna membantu meringankan beban para korban.
Pada kesempatan itu, Ketua PMI Kabupaten Sijunjung yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Nedia Fitri, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas musibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sijunjung dan PMI, kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Jorong Sungai Tambang II,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berasal dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial, BPBD, PMI, serta Baznas Kabupaten Sijunjung.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban bapak dan ibu yang terdampak. Memang bantuan ini tidak dapat menggantikan seluruh harta benda yang hilang, tetapi setidaknya bisa membantu meringankan beban yang dirasakan,” katanya.
Nedia Fitri juga memberikan semangat kepada para korban agar tetap tabah menghadapi ujian tersebut.
“Allah menguji umatnya sesuai dengan kemampuan. Mudah-mudahan Allah mengganti rezeki bapak dan ibu dengan yang lebih baik dan berlipat ganda,” ucapnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah serta memperhatikan potensi sumber kebakaran seperti instalasi listrik, kompor, maupun obat nyamuk.
“Terutama menjelang dan selama bulan Ramadan, risiko kebakaran biasanya meningkat. Perhatikan kompor, lilin, dan instalasi listrik. Rumah kita hanya bisa dijaga oleh kita sendiri,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Nagari Kunangan Parit Rantang, Ilvendri, menjelaskan kebakaran terjadi di kawasan depan Bank Nagari Capem Sungai Tambang. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan satu unit rumah tempat tinggal dan empat unit tempat usaha milik warga.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima kepala keluarga (KK) terdampak, yakni Halimah (1 jiwa) pemilik rumah tempat tinggal, Damon (4 jiwa) usaha pangkas rambut, Katinem (3 jiwa) usaha bakso tusuk, Tisna (3 jiwa) usaha bakso dan mie ayam, serta Jefri (3 jiwa) usaha santan.
Dari hasil pendataan sementara, kebakaran menghanguskan satu unit rumah dan empat unit tempat usaha. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Total kerugian materi akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp275 juta, dengan rincian Halimah Rp100 juta, Damon Rp10 juta, Katinem Rp35 juta, Tisna Rp50 juta, dan Jefri Rp80 juta. dicko


