Ratusan Mati, Petani Berburu Tikus di Nagari Seipatai dan Sungayang

Jurnal Sumbar

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Berburu tikus di  Sawah Tangah, Sawah Gaduah, Banda Baru, dan Sawah Subarang seluas 119 Ha  berhasil memusnah 200-san tikus hingga pukul 16.00 WIB, Selasa (2/4 ).

Perburuan hama tikus itu menggunakan sholder, racun tikus tiran dan pengasapan dengan cara mencari lobang-lobang di pematang-pamatang sawah diikuti 200 orang pemburu berasal dari para petani.

Pembasmian hama tikus, akan terus dilanjutkan oleh para petani di sawahnya masing-masing dengan menggunakan racun Tirani. Diharapkan peracunan itu, hama tikus semakin bisa  kita habisi secara bertahap,ucap Ketua Gapoktan Edi Luis.

PERANTAU SIJUNJUNG

Sebelumnya, Kadinas Pangan Tanah Datar Ir. Yulfiardi mengatakan, binatang penggerek tikus merupakan musuh utama tanaman padi yang harus dibasmi.Bicara tikus perkembangan cukup drastis.Satu pasang tikus selama satu tahun bisa berkembang menjadi 2.500 ekor. Kalau ada 10 pasang saja, maka perkembangannya menjadi 25.000 ekor hama ikus.

Untuk itu perlu pemusnahan dengan berburu menggunakan belerang yang dimasukkan dalam lubang tikus lalu dibakar yang dapat membunuh hama tikus dalam lubang. “Hama tikus merupakan ancaman bagi petani di setiap nagari Tanah Datar,” tekan Yulfiardi.

Pemusnahan dilakukan, tutur Yulfiardi karena hama tikus membuat banyak petani mengeluh lantaran hasil panen padi menurun dari biasanya, hingga puluhan juta rupiah.Ia mengharapkan para petani dapat menjaga kebersihan pematang sawah dengan cara memotong rumput untuk membendung berkembang biak hama tikus.

Buru tikus di Nagari Sungayang dan Sungai Patai diikuti anggota Koramil dan Polsek, pejabat Dinas Pertanian Tanah Datar, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana BPTPH Sumbar Yusmarti, Kepala BPP Novriani dan petugas penyuluh pertanian nagari se-Kecamatan Sungayang dan ratusan petani. habede

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.