Geger, Ada Penemuan Mayat di Sijunjung

8345

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Masyarakat Sijunjung digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di pinggir lapangan bola kaki, Jorong Batubalang, Kenagarian Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Selasa (24/9/2019). Pria malang ini sempat disebut-sebut menjadi korban kabut asap, setelah sebelumnya sempat mengalami pusing, mual, stamina drop.

Hingga berita ini naik cetak, Pihak Kepolisian Resor Sijunjung bersama Jajaran Polsek Koto VII masih terus melakukan proses  pendalaman secara intensif, disertai menghimpun  keterangan saksi;-saksi dan pihak keluarga korban. Korban secara tak sengaja ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan, badan tertelungkup begitu saja ke rumput.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Karya,49, akrab dipanggil Jehong, warga Koto Tuo Jorong Batubalang, Kenagarian Limo Koto, Kecamatan Koto VII. Sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek di kampungnya.

Di rumah korban sempat tersebar informasi kalau korban mengalami nasib memprihatinkan akibat dampak kabut asap. 

Dari informasi yang diperoleh, penemuan jasat korban bermula saat dua orang warga, bernama Kutat Yuli dan Riza (pasutri-red) kebetulan tengah melintas melewati TKP yang tak lain merupakan jalan setapak yang biasa dilalui warga setiap harinya. Namun ditengah perjalanan mereka mendadak serempak berhenti lantaran melihat sesosok tubuh manusia tergeletak begitu saja di rumput.

Tak hayal kedua saksi seketika lngsung kaget alang-kepalang,  hingga selanjutnya dilaporkan pada warga lainnya. Dalam hitungan menit, lokasi penemuan jasat korban menjadi pusat kerumunan warga, dan selanjutnya turut tiba sejumlah petugas kepolisian. 

“Kami mendapatinya secara tak sengaja, posisi korban tertelungkup ke rumput,” jelas Riza saat memberikan keterangan pada Petugas Kepolisian Resor Sijunjung.

Kapolres Sijunjung AKBP. Driharto dudampingi Kasatreskrim Iptu Fetrizal, Kapolsek Koto VII, Iptu Yulizaherman, Kasubag Humas Iptu Nasrul Nurdin membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. 

“Benar. Setelah mendapat laporan sejumlah petugas langsung turun  mendatangi TKP, diikuti proses olah  TKP,” ujar Kapolres, Driharto  pada wartawan, Selasa (24/9/2019).

Iptu Fetrizal menambahkan, berdasar keterangan pihak keluarga korban (isteri korban), pada hari Senin (23/9/2019) sekira pukul 18.00 wib, korban sempat pulang kerumah, selanjutnya korban makan dan berangkat ke Mushalla untuk sholat Magrib. 

Pada malam harinya, sekira Pukul 01.00 wib dini, Korban pun kembali pulang kerumah, dan menayakan dimana celana pendek untuk selanjutnya langsung  menganti pakaiannya.  Selajutnya Istri koban bertanya, mau kemana,  korban pun bilang hendak membeli nasi ke sbuah warung.  

Singkat cerita, korban berangkat mengunakan Sepeda motor Honda Revo  BA 3146 KP miliknya. Sedangkan isteri korban langsung beristirahat.

Bagai petir menyambar di siang bolong, sekitar pukul 08.00 wib pagi, mendadak datang informasi  kalau suami korban justru didapati telah meninggal dunia di pinggir lapangan bola kaki.

” Setelah melakukan olah TKP, jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum luar. Berdasarkan hasil visum tenaga medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” sebut Kapolres.

Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, pihak Polres Sijunjung sempat meminta keluarga korban untuk dilakukan proses otopsi. Namun keluarga korban menolaknya.

Sepeda motor milik korban juga ditemukan di rumah salah seorang warga, yang sejak semalam dititipkan.

“Buat sementara, korban diduga meninggal dunia akibat sakit, karena sebelumnya dari keterangan keluarga korban, korban pernah mengeluhkan pusing, dan sesak napas,” tegas Kapolres.

Setelah proses visum, jenazah korban lqngwung dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan.anton
editor;saptarius