Pasca Bantuan Pompa Air Tenaga Surya, PT BA Turunkan Tim Kembangkan Potensi Energy Terbarukan

148

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Pasca penyerahan bantuan pompa air tenaga surya oleh PT Bukit Asam (PT BA), untuk pengairan sawah tadah hujan di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, qSumatera Barat, pada Senin (8/7/2019) lalu, perusahaan tambang batubara itu kini menurunkan tim guna berupaya mengoptimalkan potensi energy terbarukan.

Tim optimalisasi potensi energy terbarukan PT BA  tersebut terdiri dari Dr
Ir Rusdianasari, MSi, Dr Eng Trena Dewi, ST,M Eng, Dr Phil,Fatahul Arifin ST, Dipl Eng, M Eng dan Dr Indrayani,ST,MT melakukan kajian serta
study dilokasi bantuan pompa air tenaga surya.

Ketua Tim Program Study Rusdiana menyatakan banyak potensi yang dapat ditingkatkan agar bantuan pompa air tenaga surya oleh PT Bukit Asam lebih optimal dan lebih banyak penggunaan serta manfaat yang didapat dari potensi energy terbarukan.

Rusdiana menerangkan, bahwa pemanfaatan energy listrik yang hanya dilakukan saat mengaliri persawahan dan pengunaan yang tak rutin tentu
energy listriknya masih bisa dimanfaatkan guna kebutuhan lainnya.

“Saat sebulan akan panen tentu tak akan digunakan pasokan air, maka energy listrik tenaga surya dapat disimpan dalam bateray dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya oleh petani” jelas Rusdiana di kantor PT BA Ombilin, pada Minggu (2/12/2019).

Pemanfaatan lainnya, jelas Rusdiana terhadap potensi air yang baik untuk dimanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sangat memungkinkan mengkaji dari kekuatan serta volume air yang dihasilkan pompa tersebut.

“Semua riset serta kajian yang telah dilakukan disekitar kawasan persawahan baik pemanfaatan energy maupun peningkatan cakupan pengairan akan terus dilakukan bersama tim dan akan dikembangkan,”harapnya.

Bantuan pompa air tenaga surya oleh PT Bukit Asam diharapkan mengairi kawasan persawahan seluas 50 hektar itu, berjarak 880 meter dari aliran sungai, kini ditopang pompa air dengan tenaga surya. Jika biasanya hanya sekali dalam setahun, areal persawahan itu kini bisa dikelola dan ditanami hingga tiga kali dalam setahun. tom
editor; saptarius