Enam Hari Pencarian, Jasad Korban Hanyut di Batang Palangki Sijunjung Ditemukan

339

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Enam hari pencarian jasad Fauzan, warga Nagari Kototuo, Kecamatan IV Nagari, Kabuoaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, yang hanyut di Batang Palangki pada Sabtu (8/2/2020) lalu membuahkan hasil.

Data sementara yang diperoleh, tim gabungan, SAR, BPBD, Kepolisian, TNI dan warga menemukan jasad korban sekitar 1.000 meter dari lokasi korban terjatuh pertama kali. Lokasi jasad korban ditemukan tak jauh dari rumah orang tua korban.

Lamanya jasad korban di dalam air diduga akibat terjepit bebatuan atau sampah di dasar sungai. Ditambah keruhnya air juga menyulitkan tim pencari.

“Korban ditemukan Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, berjarak sekitar 1000 meter (1 kilometer-red) dari lokasi korban diketahui hanyut. Saat ini korban dibawa ke RSUD Sijunjung,”ungkap Beni Putra, Walinagari Kototuo, saat dikonfirmasi kontributor Jurnalsumbar.Com Hendri pada Kamis (13/2/2020).


PENCARIAN – Ketika Tim SAR dan Tim Gabungan maaih melakukan pencarian terhadap korban.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Sijunjung, Hendri Caniago membenarkan penemuan jasad Fauzan yang hilang sejak enam hari lalu itu. “Ya, Alhamdulillah sudah ditemukan,”ucap mantan Kabag Humas Setdakab Sijunjung itu.

Setelah divisum di RSUD Sijunjung, jenazah korban dimakamkan di pemakaman kenagarian Kototuo. Korban sebelumnya bekerja membantu ayahnya sebagai pembantu tukang, bukan menambang emas.

Korban, Fauzan, dinyatakan hilang dan tenggelam pada sekitar jam 18.00 WIB, Sabtu (8/2/2020) setelah korban terjatuh saat korban bersama beberapa temannya memindahkan ponton atau kapal tambang emas ke lokasi lain karena air Batang Palangki yang saat itu meluap.

Korban bersama 6 kawannya berupaya memindahkan ponton tersebut saat kondisi air deras. Kemudian gelombang air dan arus yang deras membuat ponton tersebut terbalik. Korban bersama temanya berupaya menyelamatkan diri. Seluruh teman korban berhasil selamat, sementara korban tak kunjung tanpak. Saat itulah teman korban menyatakan korban tenggelam dan hilang.

Sejak saat itulah kawan-kawan korban bersama warga dan petugas BPBD, tim SAR, Polisi dan TNI Sijunjung melakukan pencarian, hingga ditemukan hari ini.hendri
editor;saptarius