APRINDO Galang Upaya untuk Kebangkitan Usaha Ritel di Sumbar

199

JURNAL SUMBAR | Padang – Upaya memelihara kesehatan memang diperlukan namun ada yang lebih penting, yaitu memulihkan kegiatan perekonomian yang terganggu akibat pandemi covid-19. Pelaku usaha ritel sangat merasakan merasakan dampaknya. Mereka melewatkan peluang-peluang yang justru tercipta setelah terjadinya pandemi tersebut.

“DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Sumbar dibentuk untuk menyikapi hal ini. APRINDO akan melakukan upaya-upaya agar pelaku usaha ritel baik dalam skala besar maupun yang tergolong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Sumbar bisa bangkit kembali. Kita merancang sosialisasi hingga sertifikasi bagi mereka,” ujar Ketua DPD APRINDO Rinaldi, S.Si, MM.

Rinaldi mengungkapkan keprihatinannya melihat betapa usaha-usaha ritel sangat terganggu dengan pandemi covid-19. Pelaku usaha ritel besar beberapa waktu di awal pandemi harus tutup, sementara yang kecil pun terdampak dengan berkurangnya aktivitas jual beli.

Memasuki new normal, semua diperkenalkan dengan kebiasaan baru yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kebiasaan baru ini dipandang sebagai tambahan modal bagi usaha ritel. Padahal dengan memberlakukan kebiasaan baru ini harus dipandang sebagai peluang dimana pelaku usaha ritel bakal dinilai memperhatikan keselamatan para konsumen. Ini menambah keyakinan konsumen.

Untuk itu, kata Rinaldi, APRINDO Sumbar merasa perlu untuk menggalakkan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini kepada pelaku usaha ritel Sumbar baik dalam skala besar maupun skala kecil dan menengah yang tergolong dalam kelompok pengusaha kecil dan menengah di Sumbar.

Berbagai kelompok usaha ini nantinya diarahkan untuk menjalin kemitraan yang lebih erat. Hal-hal pendukung seperti merek, izin usaha label halal, hingga kemasan akan difasilitasi APRINDO. Sehingga, ketika pelaku usaha ritel berskala besar butuh pasokan komoditas, APRINDO Sumbar mengambil peran penghubung dengan petani, peternak, nelayan, produsen makanan olahan binaan APRINDO Sumbar.

Misalnya, cabe dibutuhkan dalam sekali jelang ramadhan dan idul fitri. Harga pun biasanya mahal. Agar petani mendapatkan keuntungan, dari Desember mereka telah dimotivasi untuk menanam cabe di kebun atau ladang mereka secara serentak. APRINDO yang memodali dan mengupayakan pemasaran cabe mereka nantinya seperti yang dilakukan APRINDO di Kamang.

Bukan hanya itu, APRINDO peduli dengan karyawan usaha ritel. Para karyawan akan dibimbing dan mendapatkan sertifikat atas keahlian mereka. Dengan berbekal sertifikat itu nantinya, karyawan usaha ritel memiliki pengakuan atas kemampuan dan potensi mereka. Karyawan pun punya kesempatan meningkatkan karir lebih baik ke depannya.

Lebih jauh Rinaldi menjelaskan, APRINDO mengupayakan karyawan usaha ritel termotivasi untuk meningkatkan pendidikan dan ini didukung oleh pimpinannya. Mereka bisa kuliah dengan waktu fleksibel bahkan menikmati beasiswa-beasiswa dari berbagai kerjasama yang berhasil dijalin oleh APRINDO Sumbar.

Untuk keperluan ini, hari ini, Senin 18 Januari 2021, APRINDO Sumbar akan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang. Unitas ini memiliki jurusan Manajemen Ritel yang diyakini mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas karyawan bahkan pelaku usaha ritel di Sumbar.

Selanjutnya APRINDO juga menandatangani kerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang. es/rilis