Pasca Bom Bunuh Diri dan Penyerangan di Mabes Polri, Polres Sijunjung Siaga Penuh

203

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan,S.IK.MH

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Untuk mengantisipasi tindakan teroris, pasca bom bunuh diri dan penyerangan di Mabes Polri. Kini seluruh personil polisi termasuk jajaran Polres Sijunjung, Sumatera Barat, siaga penuh.

“Semua personil kita siagakan secara penuh dilengkapi senjata lengkap. Ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan kejahatan teroris pasca bom bunuh diri dan penyerangan ke Mabes,”kata Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, S.IK.MH kepada Jurnalsumbar.Com, Kamis (1/4/2021).

Disebutkan kapolres, setiap tamu datang ke Mapolres akan diperiksa secara intensip. “Itu semua dilakukan menjaga kemungkinan-kemungkinan yang tak diinginkan,”ucap Pewira Menengah AKPOL itu.

Meski demikian, kata kapolres, sesuai pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menekankan kepada seluruh jajaran agar pelayanan publik tidak terganggu pasca penyerangan terduga teroris di Mabes Polri.

“Saya sampaikan kepada seluruh anggota untuk tetap memberikan pelayanan ke masyarakat,” kata Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) seperti dikutif Kapolres Sijunjung.

“Nah, untuk kami menekankan, agar jajaran untuk melakukan peningkatan sistem pengamanan baik di tingkat Mapolres, Mapolsek maupun pada saat melaksanakan tugas di lapangan.

Bahkan kata kapolres, pihaknya juga rutin melakukan patroli termasuk di jalan lintas sumatera (Jalinsum).

“Alhamdallah, hingga saat ini (Kamis,1/4/2921-red) kondisi wilayah hukum Polres Sijunjung terjaga dengan kondhusif,”papar AKBP Andry Kurniawan, S.IK.MH.

Seperti diketahui, pada Rabu sore, ZA (25) seorang perempuan terduga teroris melakukan aksi penyerangan terhadap petugas jaga di pos utama Mabes Polri.  ZA melepaskan enam tembakan ke pos polisi gerbang masuk Mabes Polri.

Aksinya berhenti usai dilumpuhkan dengan tembakan jarak jauh yang dilepaskan polisi. Mahasiswi Drop Out itu tewas ditempat dan jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diotopsi. Kapolri mengatakan, warga Ciracas Jakarta Timur ini terinsipirasi ISIS dan diduga kuat sebagai pelaku tunggal. ius/rmol