Singapura Terlihat Jelas Dipuncak King’s Hotel Batam, Menajubkan; Ini Penampakannya

Jurnal Sumbar

JURNAL SUMBAR | Batam – Kepulauan Batam menjadi kota yang sangat identik dengan Singapura. Menyebut nama Batam, kerap terlintas di benak orang pastilah tentang pabrik, industri, barang-barang elektronik hingga hiburan malam.

Padahal, Batam kini juga meramu imejnya sebagai salah satu kota berbasis pariwisata di Kepri. Kota yang berdampingan dengan negara Singapura ini konon dibangun sebagai pesaing Singapura dalam kawasan perdagangan di ASEAN.

Usai sarapan pagi, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jurnalsumbar.Com, Saptarius dan Wakapolres Sijunjung, Kompol Dwi Yulinto, S.Ik serta Inspektur Daerah Sijunjung, Welfiadril, Ap, S.Sos, MPd, CGCAE, menuju lantai 12 King’s Hotel Batam pada Jumat (25/11/2022).

Dipuncak Hotel 300 kaki dari laut itu, Pemred Jurnalsumbar.Com, Saptarius dan Wakapolres Sijunjung, Kompol Dwi Yulinto, S.Ik serta Inspektur Daerah Sijunjung, Welfiadril menaiki tangga hotel bintang yang tak jauh dari Bandara Hang Nadim Batam.

Sebelum sampai ke puncak hotel, ketiganya sempat melihat kolam renang yang berada di dasar bawa hotel. “Awalnya kami mau mandi, lantaran terlalu dingin kami pun membatalkannya,”ucap Kompol Dwi Yulianto.

Batam selama ini menjadi lokasi yang kerap dikunjungi wisman Singapura dan Malaysia.

Jarak Batam dan Singapura diidentikkan hanya selemparan batu. Berikut tiga lokasi di Batam tempat mengintip megahnya Singapura dengan mata telanjang.

Bukit Senyum

Lokasi satu ini berupa sebuah bukit yang berada di Kecamatan Batu Ampar yang berketinggian 200 meter dari permukaan laut. Sebuah jalan tembus dari kawasan Jodoh menuju Batu Ampar kerap dilalui kendaraan.

Bukit Senyum dulunya banyak berdiri bar liar dan aktivitas hiburan malam kelas teri. Namun seiring berjalannya waktu, pemko Batam mulai menata kota dan memberantas penyakit masyarakat. Aktivitas lokasi dengan seribu senyum para wanita malam ini pun tak seperti dulu dan perlahan hilang. Namun keindahan pemandangan panorama dari atas bukit ini tak memudar.

PERANTAU SIJUNJUNG

Pantai Tanjungpinggir, Sekupang

Di kecamatan Sekupang ini lah detak Kota Batam berkembang pada awalnya sekitar tahun 80-an. Di sini berdiri perumahan pegawai Otorita (*kini Badan Pengusahaan) Batam yang menjadi perintis pembangunan di Kota Batam, begitu juga rumah sakit utama di Batam yakni RSOB (*kini RSBP). Kantor BP Batam sendiri berada di Batam Centre.

Salah satu resort terkenal di kawasan ini yakni KTM Resort. Di lokasi ini ada icon patung Dewi Kwan Im dengan tinggi 22,37 meter yang pernah masuk Musem Rekor Indonesia (MURI). Di salah satu pantainya yang berhadapan langsung dengan Singapura kita bisa melihat gedung Hotel Marina Bay Singapura.

Sangat gampang mengidentifikasi Marina Bay dengan tiga buah gedung yang tampak menopang sebuah bangunan mirip kapal pesiar di puncaknya itu.

Pulau Penawar Rindu, Kecamatan Belakang Padang

Kecamatan satu ini justru berada di tengah antara Batam dan Singapura. Tentunya jarak Singapura lebih dekat lagi dari pantai di pulau ini. Kita bisa menjangkaunya dengan menyeberang hanya beberapa menit dari Sekupang.

Pelancong biasanya menggunakan perahu tradisional “boat pancung” menuju lokasi ini dari pelabuhan rakyat di Sekupang. Penduduk asli lokasi ini merupakan etnis melayu. Bahkan dulunya mata uang Dolar Singapura jadi alat transaksi di Belakang Padang dan masyarakat di sini biasa keluar masuk negeri ke jiran pada saat itu.

Belakang Padang konon adalah Batam pada awalnya. Hingga pada 1983 Pulau Batang (kini Batam) menjadi kotamadya di Provinsi Riau dan Belakang Padang menjadi salah satu kecamatannya.

“Lalu kami langsung ke puncak atas dan melihat pemandangan Singapura, pulau Karimun dan beberapa pulau lainnya diatas puncak King’s Hotel Batam,”tambah Welfiadril.

“Pemandangannya lebih kreen dilihat disaat malam hari,”tambah Pemred Jurnalsumbar.Com, usai memotret pemandangan Batam dari kejauhan. “Batam memang yees..dan oke,”tambahnya lagi.batamnews/*

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.