BREKING NEWS: Sebuah Tambang Perusahaan di Sawahlunto Sumbar Dikabarkan Meledak

419

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Sebuah tambang batubara milik salahsatu Perusahaan di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, meledak.

Peristiwiwa meledaknya mutiara hitam itu terjadi pada Jumat (9/12/2022).

Meski belum diketahui secara pasti korban jiwa, namun sejumlah mobil ambulance sudah berselewean dilokasi tambang.

“Mobil ambulance pengangkut korban tambang nya sudah banyak yang lewat,”ujar sejumlah warga di Santur Sawahlunto.

Namun salah seorang tokoh masyarakat membenarkan peristiwa tersebut. “Kabarnya memang benar ada tambang neledak, tapu berapa jumlah korban hingga kini belum kita dapat informasi,”sebut sumber itu.

Sejauh ini belum didapat keterangan penyabab meledaknya tambang itu. “Saya juga sedang menuju lokasi ledakan tambang itu, dan baru dapat kiriman foto dari kameramen,”tutur Benni Kontributor TVOne.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto mencatat sebanyak 4 orang korban kecelakaan tambang batubara telah selesai dievakuasi.

“Sampai saat ini sudah ada 4 orang yang berhasil dievakuasi,” kata Kepala Pelaksana (BPBD) Kota Sawahlunto, Dedi Ardona kepada Halonusa.com, Jumat 9 Desember 2022.

Ia mengatakan, 2 di antara 4 korban yang telah dievakuasi tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 2 orang lainnya dirawat.

“2 Orang lainnya sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto,” katanya.

Menurutnya, saat ini evakuasi masih terus dilanjutkan dan perkembangannya akan diinformasikan lebih lanjut.

Sebelumnya, tambang batubara di Desa Salak, Kecamatan Talawih, Kota Sawahlunto, meledak pada Jumat 9 Desember 2022 sekitar pukul 08.30 WIB.

“Infonya iya ada tambang yang meledak,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Herry Martinus saat dihubungi.

Menurutnya, untuk keadaan di lokasi tambang bukan kewenangan dari Dinas ESDM Sumatera Barat, melainkan Kementrian ESDM sendiri.

Ia mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa dalam ledakan tambang tersebut ada korban meninggal dunia.

Dari informasi yang dihimpun Halonusa.com, tambang batubara yang meledak tersebut merupakan tambang milik PT Nusa Alam Lestari.

Menurut dia, saat ini Inspektur tambang dari Kementrian ESDM sedang berada di lokasi untuk melakukan pengecekan lokasi serta penyelidikannya. (*)