Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Sambangi Muhammadiyah Sumbar

Usai menyambangi Muhammadiyah Sumbar, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia berkesempatan foto bersama

JURNAL SUMBAR| Padang – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar Bakhtiar, Wakil Ketua Ki Jal Atri Tanjung, Sekretaris MDMC Hafiz, serta anggota Fandi menyambut sambangan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacky Manuputty, bersama perwakilan organisasi lintas agama dan Ahmadiyyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM), Sabtu (2/8/2025).

Berikut Laporan Kuga dari Jurnalsumbar.Com

Kuga

Hadir pula Pendeta Salmon dari Gereja Efrata, Pelita Padang Angelique Maria Cuaca, dan Ais Fahira.

Dari PGIW Sumbar, tampak hadir Titus Wadu, M. Siringoringo, dan Daniel Marpaung. Sementara perwakilan Ahmadiyyah diwakili oleh Hafid Nawir, Nasrullah Nawir, Nila Safitri, Mubaligh Ahmadiyyah Padhal Ahmad, dan Surya Ahmadi. Turut hadir Tobing dari Persatuan Masyarakat Batak di Minang.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerjasama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Ranah Minang. Selain itu, kasus penyerangan rumah doa yang terjadi di Padang Sarai, Kota Padang, juga menjadi pembahasan penting.

Ketua PWM Sumbar Bakhtiar dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga sikap saling menghargai dan memperkuat tradisi toleransi yang telah lama terbangun di Sumatera Barat. Menurutnya, potensi konflik perlu dideteksi sejak dini agar tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan.

“Kekerasan tidak bisa dibenarkan, tetapi kita juga perlu melihat penyebab munculnya konflik. Masyarakat tidak akan bertindak seperti itu tanpa adanya pemicu,” kata Bakhtiar.

Senada dengan itu, Wakil Ketua PWM Sumbar Ki Jal Atri Tanjung menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka serta menghormati budaya dan adat istiadat setempat.

Ia mencontohkan pepatah Minangkabau “Di mana bumi dipijak, di situ langik dijunjuang,” sebagai bukti bahwa masyarakat Minang menjunjung tinggi nilai toleransi dan etika sosial.

“Kejadian di Padang Sarai muncul karena komunikasi yang tidak transparan, sehingga membuat masyarakat merasa tidak nyaman,” ujar Ki Jal.

Sementara itu, Ketua Umum PGI Pendeta Jacky Manuputty mengapresiasi sambutan hangat Muhammadiyah Sumbar. Ia menilai penghormatan terhadap budaya lokal menjadi kunci penting dalam membangun harmoni.

“Kami berharap Muhammadiyah Sumatera Barat dapat terus berkolaborasi, memberikan nasihat, serta arahan agar kerukunan umat beragama tetap terjaga,” pungkasnya.kuga

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.