Layani Siswa, Posyandu, Ibu Hamil dan Menyusui, SPPG Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan Sijunjung Miliki Lima Dapur 

Ketua Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan Sijunjung, Antonio Oksa Mursil terlihat sedang mencek makanan yang akan dikirim  ke titik lokasi yang dituju.(F.Ist).

JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan bekerjasama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari, Sijunjung, Sumatera Barat, kini telah memiliki lima dapur.

Antonio ketika bersama Kapolda Sumbar

Kelima dapur itu terletak, dua dapur Di Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, satu dapur Di Batu Gandang, Kecamatan Koto VII, satu dapur di Padangsibusuk, Kecamatan Kupitan dan satu dapur Di Tiumang, Kecamatan Koto Baru Dharmasraya, selain melayani siswa juga melayani ibu hamil dan menyusui.

Karyawan SPPG Yayasan Mursil Laksanakan refreshing untuk menghindari kejenuhan kerja

Dari lima dapur tersebut, Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan bekerjasama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi menyalurkan sebanyak 17.361 penerima manfaat, mulai dari PAUD, TK, SD l, SLTP, SLTA sampai Posyandu dan lansia setiap harinya.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan, Antonio Oksa Mursil, kepada Ovi kontributor Jurnalsumbar.Com, yang dirangkum Ahmad Zidane Senin (29/9/2025) Di Muaro Sijunjung.

Terlihat Ketua Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan Sijunjung bersama Bupati dan unsur Forkopimda meninjau pemberian MBG di daerah itu

Menurut mantan Anggota DPRD Sijunjung yang juga pengusaha muda otomotif itu, menjelaskan, setiap dapur SPPG terdiri sebanyak 50 orang karyawan, yang terdiri atas, kepala SPPG, Akuntan, Ahli Gizi, Cheff, Sopir, Security, Assiten Lapangan, serta Staff yang bekerja secara shift setiap harinya.

“Mulai hari ini (Senin, 29/9/2025-red), Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan juga menyalurkan manfaat MBG kepada Ibu hamil dan menyusui serta lansia sebanyak 211 orang”, tambah Antonio.

Antonio Mursil Ketua NasDem Sijunjung

Menurut Ketua DPD NasDem Kabupaten Sijunjung itu, untuk menghindari permasalahan penyaluran MBG (Makan Bergizi Gratis), perlu ada peningkatan kualitas pengawasan, sertifikasi penjamah makanan, sistem digital untuk pemantauan, pelatihan berkala, dan memperbaiki manajemen rantai pasok. Penggunaan pangan lokal dan pembentukan komite pengawas warga juga dapat membantu.

Selain itu, bapak tiga anak tersebut juga menjelaskan, untuk menghindari kejenuhan dalam bekerja, selain dari gaji yang lumayan besar, karyawannya juga diberikan refreshing untuk pergi jalan-jalan untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja untuk memenuhi manfaat makan bergizi gratis ini.penulis ovi/Ahmad zidane

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.