Bupati Benny Dwifa Irup HJK Sijunjung ke-77 di Tugu Monumen TBA Selatan

Suasana Upacara HJK Sijunjung ke-77 di Tugu Monumen TBA Selatan

JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Suasana khidmat menyelimuti Tugu Monumen Hari Jadi di Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, pada Selasa (17/2/2026).

Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Sijunjung, Sumatera Barat, ke-77 dipimpin langsung oleh Bupati Benny Dwifa Yuswir, S.STP., M.Si.,yang bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) dan bertindak sebagai komandan upacara Letda Inf Magel Hendri dari Kodim 0310/SS.

Turut hadir, Wakil Bupati Sijunjung H. Iraddatillah, S.Pt., Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Rengga Wana Putra beserta anggota, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Muaro, Ketua Pengadilan Agama Sijunjung.

Kemudian hadir, Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, Ketua TP-PKK Ny. Riri Benny, Ketua GOW Ny. Donna Iraddatillah, para asisten, kepala OPD, camat, wali nagari se-Kabupaten Sijunjung, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Berdiri di monumen bersejarah yang menjadi saksi lahirnya daerah, Benny Dwifa Yuswir tidak sekedar memimpin upacara seremonial. Ia menyampaikan seruan moral dan ajakan kolaborasi kepada seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pendiri daerah.

Sebelum amanat inspektur upacara, Ketua DPRD Rengga Wana Putra membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Sijunjung, sebagai pengingat perjalanan panjang daerah yang kini telah memasuki usia ke-77 tahun.

Dalam amanatnya, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan penghormatan mendalam kepada para pejuang, pendiri daerah, serta seluruh pelaku pembangunan yang telah meletakkan fondasi kemajuan Sijunjung.

“Apa yang kita nikmati hari ini bukanlah sesuatu yang lahir tiba-tiba. Ini adalah hasil perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi panjang para pendahulu kita,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa usia 77 tahun bukan sekadar angka, melainkan penanda sejarah, kematangan daerah, dan tanggung jawab generasi untuk menjaga dan melanjutkan pembangunan.

“Generasi hari ini memikul amanah sejarah. Kita wajib melanjutkan perjuangan itu agar Sijunjung terus tumbuh, berkembang, dan maju,” ujarnya.

Bupati juga secara terbuka menyoroti tantangan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran. Namun, menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk stagnasi.

“Keterbatasan tidak boleh mematikan harapan. Justru di situlah inovasi, kolaborasi, dan kecerdasan kolektif harus bekerja,” katanya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk meluncurkan pola pembangunan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen: pemerintah, nagari, dunia usaha, masyarakat, dan perantau.

Program strategis tersebut akan dilaunching pada Rabu, 18 Februari 2026, dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sijunjung.

“Pembangunan tidak bisa dijalankan sendirian. Tidak ada nahkoda yang mampu berlayar seorang diri. Sijunjung hanya bisa maju jika kita melangkah bersama,” tegasnya.

Dengan tema “Berkolaborasi Membangun, Wujudkan Sijunjung IDAMAN (Inovatif, Daya Saing, dan Mandiri)”, peringatan Hari Jadi ke-77 menjadi momentum kebangkitan semangat kolektif untuk membangun daerah secara berkelanjutan. (Dicko)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.