Sejarah Geopark Silokek Sijunjung, Warisan Tersembunyi Sumbar yang Indah Untuk Dinikmati
Potret Geopark Silokek Sijunjung
JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Anda tahu daerah tujuan wisata yang indah dan tersembunyi?

Geopark Silokek merupakan warisan alam yang memukau dengan keindahan dan keanekaragaman geologinya. Kawasan tersebut terkenal dengan morfologi batuan purba yang mengesankan, termasuk tebing karst yang membentang pada ketinggian 200-600 mdpl.
Tepat di bawah tebing karst ini mengalir Batang Kuantan, sungai yang menjadi pusat kegiatan arung jeram, terutama pada musim hujan ketika debit airnya mencapai level tiga. Hal tersebut juga menjadi salah satu daya tarik para pengunjung dari tempat itu.
Pada Rabu (11/2/2026), Pemred Jurnalsumbar.Com, bersama Pemred Warta Andalas dan Wartawan Senior Topsatu/Singgalang, menyambangi objek wisata tiada tanding yang siap Menanti kedatangan pengunjung.

Keindahan alam geopark tersebut dilengkapi dengan kehadiran sejumlah gua, seperti Ngalau Inyiak Umpuh, Talago, dan Gunung Tombuok, serta beberapa air terjun seperti Air Terjun Lubuak Pandakian.
Kawasan itu juga menyimpan berbagai sumber air panas alami di Nagari Aie Angek. Tak ketinggalan, beberapa titik di sepanjang Batang Kuantan menghadirkan pasir putih bersih, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Selain keindahan alamnya, geopark itu juga menyimpan sejarah yang kaya. Salah satunya adalah bangkai lokomotif uap tua di Nagari Durian Gadang, saksi bisu dari masa penjajahan Jepang yang memaksa ribuan pekerja untuk membangun jalur kereta api pengangkut batu bara.
Jalur itu dikenal sebagai “Rel Kematian” karena banyaknya pekerja yang tewas akibat kelaparan dan kelelahan. Di kawasan ini juga terdapat makam-makam tokoh penting, seperti Syekh Ibrahim, murid dari Sunan Kudus, yang menyebarkan Islam di Ranah Minang.

Geopark Silokek meliputi kawasan seluas 130 ribu hektare, mencakup dua kecamatan, yakni Sumpur Kudus dan Sijunjung. Kawasan ini tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan geologinya, tetapi juga karena peran pentingnya dalam sejarah dan budaya lokal.
“Dulu Kadisnya pak Yofritas, saya melanjutkan saja. Anggaran nya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), termasuk pembangunan perkampungan adat,”kata Kepala Dinas Parpora Sijunjung, Afrinaldi, S.H., berkisah soal Geopark Silokek.
Tak bisa dipungkiri, kegiatan penambangan di sepanjang sungai menjadi ancaman terbesar bagi kelestarian kawasan. Terbukti, sedimen hasil galian membuat air sungai keruh, merusak ekosistem, dan menghilangkan keindahan alami yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Jika tidak segera diatasi, kerusakan ini dapat menjadi permanen dan menurunkan nilai ilmiah serta estetika geosite. Tantangan lain yang muncul adalah rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya pelestarian geologi.
Banyak yang masih menganggap kawasan karst sebagai sumber bahan tambang tanpa memahami dampak jangka panjang yang dapat mengancam keberlanjutan geopark. Situasi ini diperburuk oleh pengawasan yang belum optimal, sehingga beberapa aktivitas merusak masih luput dari penindakan.
“Keanekaragaman flora dan fauna, termasuk raflesia dan harimau sumatra, menambah daya tarik Geopark Silokek sebagai destinasi ekowisata yang patut dan rugi jika tak dikunjungi,”kata Subandi yang juga mantan Camat Barangin Sawahlunto itu.
Untuk diketahui, Geopark Silokek adalah salah satu dari 15 geopark nasional yang diakui oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).
“Geopark Silokek dikelola dengan prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan,”kata Afrinaldi yang kerap disapa Aciak dan dekat dengan kalangan awak media itu, yang juga pernah bermimpi ingin jadi wartawan.

“Padahal, dulu saya mimpi ingin jadi wartawan. Namun, takdir berkata lain, saya dianugerahi menjadi ASN,”ucapnya sambil berkelakar mengaku memiliki kartu pers, yang sesekali untuk menunjukkan kedekatan nya dengan kalangan media sebagai mitra pemerintah.
Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui kerja sama antara masyarakat lokal dan pemerintah daerah, kawasan Geopark Silokek diharapkan tetap terjaga kelestariannya, sehingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Tak ayal, dengan segala keindahan dan kekayaan yang dimilikinya, Geopark Silokek layak disebut sebagai warisan tersembunyi Sumatera Barat yang indah. “Potensi wisata dan nilai sejarahnya menjadikan Geopark Silokek sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta alam dan sejarah,”tambah Amin Perwira Pemred Warta Andalas.
“Yoo.., harus sering – sering berdiskusi kita dengan pak Kadis Parpora Iko,”tambah Subandi dari Topsatu/Singgalang mengapresiasi kinerja bagus jajaran Dinas Parpora dibawa komando Afrinaldi itu.
“Bupatinya hebat, menempati orang-orang hebat yang mau memajukan daerah nya terkhusus dibidang Pariwisata dengan keahlian yang serba bisa,”tambah Subandi yang juga mantan birokrasi dari Kota Sawahluto itu.*
