Terlihat masyarakat menikmati prosesi Berkhatib Adat Di Nagari Pulasan Tanjung Gadang Sijunjung Berlangsung
JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Momentum Idul Fitri 1 Syawal 1447H, dimanfaatkan masyarakat Nagari Pulasan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menggelar berkhatib adat.
Acara tersebut menjadi bagian dari prosesi dalam beberapa tradisi tahunan, seperti Olek Balai dan Bakaua Adat. Demikian disampaikan Walinagari Pulasan Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Awardi Dt Rajo Nan Gadang dalam rilisnya ke redaksi Jurnalsumbar.Com, Minggu (22/3/2026) malam.
Disebutkannya, kegiatan itu dilaksanakan setelah Idul Fitri oleh para tokoh adat seperti penghulu, monti, malin, dan dubalang.
”Tujuan kegiatan ini, memberikan arahan kepada masyarakat terkait nilai-nilai adat, menjaga keharmonisan nagari, serta mempersiapkan prosesi berikutnya dalam tradisi yang bertujuan tolak bala, memastikan kesuburan tanaman dan perkembangbiakan ternak,”sebut Awardi Dt Rajo Nan Gadang.
”Nilai yang Disampaikan, yakni mengedepankan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, serta semangat gotong royong dan silaturahmi,”tambahnya.
Sementara, kata Awardi Dt Rajo Nan Gadang, keterkaitan dengan Bakaua Adat, merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen, yang juga melibatkan doa dan kegiatan bersama. Meskipun fokus utamanya adalah syukuran, namun nilai-nilai adat yang disampaikan dalam khotbah adat juga menjadi landasan bagi terjalinnya kekompakan antar warga selama acara tersebut.
ia mengakui pentingnya melestarikan tradisi berkhatib adat sebagai sarana pemeliharaan nilai budaya lokal? “Alhamdulillah, acara berlangsung sukses dan lancar,”tambah Walinagari Pulasan, Awardi Dt Rajo Nan Gadang.*




