Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Lantik Empat Ketua TP PKK, Posyandu dan Ketua Forikan Kecamatan
Terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa melantik Empat Ketua TP PKK, Posyandu dan Ketua Forikan Kecamatan
JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa melantik Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua TP Posyandu dan Ketua Forikan Kecamatan Koto VII, Kupitan, Lubuk Tarok dan Tanjung Gadang di Balairung Lansek Manih, pada Senin (2/3/2026).
Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga hingga ke tingkat kecamatan.
Selain pelantikan tersebut, turut dikukuhkan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kecamatan, serta dilantik Penjabat Ketua TP PKK Nagari Aie Angek. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai prosesi yang dihadiri para camat, pengurus organisasi perempuan, serta undangan lainnya.
Hadir kesempatan itu Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Pj. Sekretaris Daerah, Jaheri, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Walinagari dan pengurus TP PKK Kabupaten serta TP PKK Nagari se Kabupaten Sijunjung.
Dalam sambutannya, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa menegaskan bahwa Ketua TP PKK Kecamatan memiliki peran penting sebagai mitra strategis camat. Ia berharap seluruh ketua yang dilantik mampu memahami tugas pokok dan fungsi PKK secara menyeluruh, serta menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“PKK bukan hanya organisasi seremonial. PKK adalah gerakan yang lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat. Ketua kecamatan harus mampu menjadi motor penggerak, memastikan 10 program pokok PKK berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sebagai Ketua TP Posyandu, ia mendorong agar tidak hanya fokus pada laporan administrasi, namun aktif melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
Menurutnya, kehadiran di tengah masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak berjalan optimal.
Kepada Ketua Forikan, Ny. Nedia mengajak untuk terus menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya meningkatkan gizi keluarga dan mencegah stunting. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam sosialisasi agar konsumsi ikan semakin membudaya di tengah masyarakat.
Sementara itu, bagi Bunda Literasi, ia menekankan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi lintas sektor dalam menyosialisasikan budaya literasi. “Ciptakan lingkungan yang gemar membaca, terutama bagi generasi muda. Literasi adalah fondasi kemajuan daerah,” ujarnya.
Pengukuhan Bunda PAUD juga diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan inklusif di setiap kecamatan.
Dengan pelantikan dan pengukuhan ini, harapan baru pun tumbuh bagi Kabupaten Sijunjung. Di tengah tekanan anggaran dan tantangan pembangunan, kepemimpinan yang responsif, inovatif, dan hadir langsung di tengah masyarakat menjadi kunci utama agar Sijunjung tetap melangkah maju, memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah. (Dicko)