Dua Penambang Tradisional Tertimbun Longsor di Sijunjung, Polisi Lakukan Penyelidikan

JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Peristiwa longsor yang terjadi di lokasi tambang emas tradisional di Galoro, Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.15 WIB, mengakibatkan dua orang pria dewasa meninggal dunia.

Kapolres Sijunjung, Sumatera Barat, AKBP Willian Harbensyah, S. I. K., M. H.,

Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap tujuh orang saksi di lapangan, Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Yose, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Kedua korban diketahui berinisial DK dan RF yang saat itu tengah melakukan aktivitas penambangan emas tradisional.

Bencana Alam Di Sijunjung, Dua Penambang Tradisional Tertimbun Longsor  – Jurnal Sumbar https://share.google/TiF0sv27qRmgP7L3a

Dalam keterangannya, Kapolres menjelaskan bahwa saat kejadian, korban bersama beberapa warga lain yang masih memiliki hubungan kekerabatan sedang melakukan penambangan tradisional dengan menggunakan peralatan sederhana seperti mesin pompa air (robin), selang, dan alat dulang. Diduga, tingginya curah hujan dalam beberapa hari sebelumnya menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya longsor dan menimbun para korban.

“Setelah kejadian, masyarakat sekitar langsung berupaya melakukan evakuasi secara manual menggunakan tangan dan peralatan seadanya,” ujar Kapolres.

Upaya evakuasi kemudian dilanjutkan dengan bantuan dua unit alat berat jenis excavator yang didatangkan ke lokasi. Kedua korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dari material longsor.

Lebih lanjut, diketahui bahwa lokasi tersebut merupakan bekas tambang lama yang sebelumnya telah ditinggalkan. Namun, aktivitas penambangan kembali dilakukan oleh korban bersama warga lainnya atas inisiatif sendiri guna memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Saat ini, pihak Polres Sijunjung masih melakukan rangkaian penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Sejumlah peralatan yang digunakan dalam kegiatan penambangan juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya, terutama saat melakukan aktivitas di wilayah rawan longsor, terlebih dalam kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi.rel/lur

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.