Perspektif Gender, Irwan Prayitno: Peran Perempuan Sumbar di Lingkaran Politik, Pemerintahan dan Kekuasaan Perlu Ditingkatkan

1235
Gubernur Irwan Prayitno buka pelatihan peningkatan kapasitas politik kebangsaan prespektif gender provinsi Sumbar, di Convention Hall Bung Hatta, Bukittinggi, Selasa (17/10-2017). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR | Bukittinggi – Selasa tanggal 17 Oktober 2017, Gubernur Irwan Prayitno membuka acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Politik Kebangsaan Perspektif Gender Provinsi Sumbar di Convention Hall Bung Hatta Bukittinggi.

Dalam arahannya,  Irwan Prayitno mengutarakan bahwa Indek Development Gender (IDG) Sumbar tertinggi di Indonesia. “Hal ini dikarenakan adanya sistem matrilineal yang telah menjadi budaya di Sumatera Barat. Disamping budaya egaliter dan suasana demokratis yang telah tertanam dalam keseharian kita,” paparnya.

Namun, lanjutnya, di sisi Indeks Pemberdayaan Gender (IPG), Sumbar menempati urutan ke 11 di Indonesia. Hal ini dilihat dari peranan perempuan dalam kekuasaan dan politik.

“Jumlah anggota DPRD perempuan masih sedikit, apalagi belum ada kepala daerah yang perempuan di Sumbar,” jelasnya.

“Artinya, perempuan Sumatera Barat potensial dalam pembangunan gender, namun masih perlu ditingkatkan dalam keberperanannya dalam lingkaran politik, pemerintahan dan kekuasaan,” tegasnya.

Menurut Irwan, peningkatan IPG bisa dilakukan, jika mindset kaum perempuan dalam berpolitik berada dalam patron yang tepat. Perlu peningkatan wawasan dalam berpolitik praktis dan lain lain.

Berdasarkan data statistik, jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari pemilih laki-laki, harusnya anggota Legislatif lebih banyak dari kaum perempuan. Namun yg terjadi justru sebaliknya, laki2 lebih banyak dalam lingkaran politik dan kekuasaan. Setidaknya, minimal 30 persen seperti yang diamanatkan Undang-undang, anggota legislatif adalah perempuan. Namun, belum ada kuota tersebut terpenuhi di manapun di Sumbar.

“Saya berharap, dengan pelatihan ini, mindset kaum perempuan berobah dan semoga di lembaga legislatif nantinya, keterwakilan perempuan lebih banyak dari kondisi saat ini dan semoga juga kedepan ada kepala daerah di Sumbar yang berasal dari kaum perempuan,” harapnya. rilis