Festival Lansek Manih, Melukis dan Tumbuk Padi Pecahkan Rekor MURI

737
Bupati Yuswir Arifin dan Ketua PKK Endra Yuswir Arifin poto bersama tim MURI pada Festival Lansek Manih. Ist.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pemerintah Kabupaten Sijunjung kembali mencetak dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Festival Lansek Manih, Kamis (15/3-2018).

Dua rekor MURI yang berhasil dipecahkan Pemkab Sijunjung dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Kabupaten Sijunjung ke-69 yaitu, prosesi menumbuk padi mengunakan lesung dan alu, serta melukis diatas kain rentang oleh anak usia dini.

“Kedua kegiatan ini tercatat sebagai peserta terbanyak.Prosesi menumbuk padi mengunakan lesung dan alu diikuti 1.200 peserta, sementara melukis di atas kain rentang diikuti 4.600 anak usia dini,” kata Deputi Manager MURI, Awan Rahargo.

Atas karya dan karsa superlatif dalam prosesi menumbuk padi mengunakan lesung dan alu serta melukis diatas kain rentang terbanyak, MURI memberikan penghargaan rekor MURI kepada Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, Bunda PAUD Kabupaten Sijunjung, Ny. Endra Yuswir Arifin dan Kepala Dinas Pendidikan, Ramler, SH, MM.

“Pada hari ini, telah terjadi pencatatan rekor MURI baru yang dibuat Kabupaten Sijunjung dalam acara Festival Lansek Manih, yakni menumbuk padi mengunakan lesung dan alu serta melukis diatas kain rentang terbanyak,” kata Awan Rahargo.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin mengatakan, pada kegiatan Festival Lansek Manih ini segaja mengisi kegiatan menumbuk padi mengunakan lesung dan alu yang melibatkan kaum ibu-ibu.

Begitu juga melukis diatas kain rentang yang melibatakan anak usia dini. Menurut dia, menumbuk padi dan melukis di atas kain ini bukan sekedar untuk meraih rekor MURI saja, tetapi  memiliki tujuan utama, yakni mengangkat seni budaya lokal, disamping menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya lokal.

Begitu juga melukis, merupakan seni yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak.Sebab, melalui seni ini, anak-anak mampu mengapresiasikan dirinya. “Melalui seni ini anak-anak dapat terbina kecerdasannya,” ucap Yuswir Arifin di hadapan, Sesditjen Kebudayaan Kemendikbud, Dra. Sri Hartini, staf Direktorat Jenderal PAUD,  Ir. Teguh Imanto Budi Tjahyono, M.Si, Wakil Bupati Arrival Boy, unsur Forkopimda, Sekdakab, Zefnihan, ibu-ibu organisasi wanita, kepala OPD, ibu-ibu Indo Jalito Peduli (IJP) dan uandangan lainnya.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada kaum ibu-ibu  dan anak usia dini yang telah berpartisipasi sehingga prosesi menumbuk padi mengunakan lesung dan alu serta melukis diatas kain rentang yang diikuti anak usia dini berhasil memecahkan rekor MURI. Andri Kampai