Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas (FTUA) Terima sertifikat Asean Engineer Register (AER) di Singapura

881

JURNAL SUMBAR | Singapura – Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas (FTUA) Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, IPM, ASEAN Eng., menerima sertifikat Asean Engineer Register (AER). Penghargaan ini diberikan saat mengikuti Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-36 di Resorts World Sentosa, Singapura 12-14 November 2018.

“Sertifikasi ASEAN Engineer adalah penghargaan dari Mutual Recognition Agreement (MRA) di tingkat ASEAN. Dia memberikan keleuasaan dalam hal mobilitas kepada para Insinyur di negara ASEAN untuk bisa bekerja di negara tetangga dengan mendapatkan pengakuan berupa kesamaan standarisasi kompensasi dan benefit. Kita dari alumni Unand yang mendapatkan kepercayaan itu salah satunya. Semoga bermanfaat untuk semua,” ujar pria yang akrab dipanggil Nanuk itu, Selasa 14 November 2018.

Menurut Insannul, Sertifikasi ASEAN Engineer atau Asean Engineer Register ini memberikan keleluasaan kepada pemegangnya untuk bekerja negara-negara anggota ASEAN. Berbekal sertifikasi itu, seseorang dipandang setara dalam praktek pekerjaan keinsinyuran di negara ASEAN dan berhak atas upah dan kompensasi yang sama.

Pekerjaan di lintas negara ASEAN tentu memberikan wawasan dan pengalaman berbeda. Pengalaman dan wawasan inilah yang bakal diperkenalkan dan dikembangkan luas di Fakultas Teknik Universitas Andalas (FTUA) nantinya. Apalagi FTUA sudah mempersiapkan pembukaan Program Profesi Insinyur.

Semakin banyak mahasiswa/calon alumni FTUA yang punya kompetensi tingkat ASEAN ini tentu menambah peluang kerja di luar negeri dan pasti berdampak terhadap almamater. Program Profesi Insinyur pun akan merasakan impaknya.

Dijelaskannya juga bahwa CAFEO merupakan pertemuan tahunan organisasi insinyur seluruh negara ASEAN yang kali ini mengusung tema engineering rail connectivity and fostering excellence in engineering education. Perhelatan yang ke-36 ini, CAFEO diikuti oleh lebih dari 1.000 engineer dari 30 negara.

Pada CAFEO-36 ini juga dilaksanakan ASEAN Engineering Deans Summit, yang merupakan pertemuan Dekan Fakultas Teknik Negara-Negara ASEAN yang membahas isu-isu penting pendidikan tinggi saat ini. Diantaranya transformasi pendidikan tinggi teknik pada era revolusi industri 4.0, pengembangan pendidikan tinggi teknik di negara-negara ASEAN, penjaminan kualitas pendidikan tinggi dan kolaborasi pendidikan sesama negara anggota ASEAN. (Edi Suandi)