JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Pandangan dan pertanyaan Fraksi-fraksi DPRD disampaikan sebelumnya, Rabu (29/5) langsung dijawab Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di ruang sidang DPRD di Pagaruyung yang dihadiri langsung Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra didampingi Wakil Ketua Irman dan Saidani serta 16 anggota DPRD lainnya.
Sekitar pertanyaan tentang tidak tercapai target PAD dari Rp 1,297 triliun terealisasi Rp 1,230 triliun lebih, menurut bupati Irdinansyah tidak terealisasi target PAD, memang ada yang tidak tercapai karena perubahan regulasi, namun ada juga melebihi target.
Sesuai saran dan arahan anggota dewan ke depan akan kita evaluasi di seluruh elemen, dengan harapan potensi pajak akan mampu meningkatkan PAD, bahkan deviden Pemda Tanah Datar di Bank Nagari menurun dari 10,5 persen menjadi 7,2 persen, soalnya kabupaten dan kota di Sumbar meningkatkan penyertaan modalnya di Bank Nagari.
Sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Pada hal, sebut Irdinansyah Tanah Datar mengalami peningkatan, yakni, pertumbuhan ekonomi Tanah Datar 2016 sebesar 5.03, sedangkan 2017 menjadi 5,12 yang berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,07.
Seterusnya, bupati memberikan jawaban sehubungan pertanyaan tentang pendidikan yang diajukan fraksi PAN. Bupati juga menyampaikan jawaban dalam 35 lembar jawaban atas semua padangan sembilan fraksi DPRD Tanah Datar yang disampaikan sebelumnya.
Pendapatan sah melebihi target, dimana target Rp 43 Milyar lebih seterusnya terealisasi sebesar Rp 44 Milyar lebih disebabkan adanya realisasi hibah dari pemerintah melebihi target yakni hibah air limbah setempat.
Khusus realisasi penerimaan pajak daerah yang bersumber dari pajak Hotel ada Rp 875.872.638,-, restoran Rp 2.504.897.570,- hiburan Rp 19.745.000,- Reklame Rp 152.450.339,- pajak mineral bukan logam dan batuan Rp 1.185.557.283,18,- dan PBB Perdesaan dan Perkotaan Rp 1.926.940.741,-
Terakhir bupati menyampaikan maaf, jika jawaban belum memuaskan dan bakal disempurnakan kemudian. habede