JURNAL SUMBAR | Sijunjung — Seperti tahun-tahun sebelumnya, kunjungan wisata Sijunjung di musim liburan lebaran tahun ini dikhawatirkan tetap sepi. Menyusul tak adanya program strategis, event, kegiatan ditabuh pihak terkait.
Tak ayal masyarakat di sekitar kawasan dan obyek wisata di seantro Sijunjung, Sumatera Barat pun merasa pesimis menghadapi kian dekatnya momentum tahunan tersebut. Guna meraup rezeki/ keuntungan dari sektor jasa, dagang, dan industri. Lewat berjualan makanan ringan, kuliner, oleh-oleh, serta jasa parkir, penginapan.
Termasuk halnya di sejumlah kawasan obyek wisata strategis di negeri “lansek manih” ini, seperti Geopark Silokek Nagari Silokek dan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung. Pun dikhawatirkan sepi pengunjung, ditambah sejauh ini belum ada masuk informasi soal rencana kedatangan orang luar ke sini, terutama secara kelompok, tim, dan rombongan.
Kecuali halnya wisatawan lokal dari dalam daerah, dengan jumlah dan kapasitas terbatas/ seadanya. Masih diharapkan menghiasi geliat kepariwisataan Sijunjung.
“Agaknya kunjungan wisatawan tahun ini ke Sijunjung masih tetap sepi, kurang bergairah. Sebab tanda-tanda ke arah itu belum juga terlihat, sementara masa liburan sudah kian dekat,” tukas salah-seorang Tokoh Pemuda Sijunjung, Bambang Wahyu Samada, Senin (27/5/2019).
Menurutnya potensi lemahnya angka kunjungan juga ditandai dengan minimnya gebrakan, terobosan dan inovasi-inovasi dari Pemerintah Daerah melalui instansi terkaitnya. Hingga destisasi kepariwisataan Sijunjung relatif terasa hambar, monoton.
“Kalaulah hanya untuk melihat-lihat keindahan alam, pesimis wisatawan akan berbondong-bondong datang ke Sijunjung. Justru di daerah lain juga banyak obyek-obyek wisata yang tak kalah indah, menawan,” tukas Bambang.
Sebagai solusi, imbuhnya, pihak terkait harus kreatif menyertai tempat-tempat wisata Sijunjung dengan berbagai event, kegiatan, hingga orang luar tertarik untuk menyaksikannya.. Dan kegiatan tersebut harus dikemas secara tepat, terarah, plus melibatkan warga masyarakat.
“Inilah kelemahan kita selama ini, kurang terobosan dan inovasi-inovasi,” sesslnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sijunjung, Afrineldi, tidak menampik gairah kepariwisataan Sijunjung terancam sepi selama musim liburan lebaran mendatang. Namun demikian pihaknya menegaskan telah berupaya mencarikan langkah-langkah tepat, supaya kelak kepariwisataan Sijunjung dapat lebih berwarna.
“Setidaknya kita sudah mencoba persiapkan tiga lokasi wisata strategis, yakni Geopark Silokek, Perkampungan Adat Sijunjung, dan Taman Rekreasi Telabang Sakti di Kamangbaru. Khususnya di Silokek warga masyarakat plus mempersiapkan sebuah perahu wisata untuk pengunjung,” jelasnya.
Untuk Perkampungan Adat Sijunjung, ulasnya, Pemda bersama warga setempat telah dipersiapkan 15 unit rumah penginapan (home stay) berjenis Rumah Gadang, bertarif murah meriah.
“Kalau untuk event rencananya di tahun depan kita akan coba menggarap, maklum saya masih baru dilantik sebagai Kadis Pariwisata,” imbuh Afrineldi pula. anton