Heboh, Fenomena Bioluminescene di Pantai Bungus Padang dan Krui Lampung, Air Laut Bersinar

HLP

JURNAL SUMBAR | Padang – Masyarakat Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Provinsi Lampung dan masyarakat disepanjang pantai Bungus Kota Padang, Sumatera Barat sejak beberapa hari terakhir dihebohkan oleh fenomena alam. 

“Subhanallah, hari ini terjadi di Bungus kota Padang air laut berubah warna kehijauan. Beberapa hari sebelumnya di Lampung juga air laut berubah warna, sudah begitu banyak fenomena yang muncul dari lautan saat ini,”ucap salah seorang nitizen memposting video diakun facebooknya pada Senin (23/12/2019).

“Apakah ini pertanda bahwa telah terjadi kerusakan baik di daratan maupun di lautan akibat ulah tangan manusia? Kami berlindung pada Mu ya Allah dari azab karna dosa-dosa ini,”tulis akun nitizen itu.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, air laut berubah hijau terjadi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bungus Teluk Kabung yang berada di bibir pantai. Air laut itu akan semakin terlihat hijau saat siang hari dan dalam cuana panas.

Air laut sejumlah kawasan perairan pantai di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berubah warna menjadi hijau pekat.

Air laut berubah hijau terjadi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bungus Teluk Kabung yang berada di bibir pantai. Kondisi serupa juga terlihat di lokasi tak jauh dari kawasan tersebut.

Epi

Tentu saja melihat fenomena itu membuat masyarakat heran karena belum pernah terjadi. Apalagi warna hijau pekat dan keruh itu tidak mengeluarkan bau aneh. Namun aktivitas nelayan di sekitar lokasi sempat terganggu akibat perubahan warna air laut.

“Kejadian air laut berubah hijau ini sudah berlangsung seminggu. Sampai ke tengah hijaunya. Penyebabnya enggak tahu,” kata Anto, 35 tahun, salah seorang warga Bungus Teluk Kabung Padang, Senin 23 Desember 2019 seperti dilansir
Tagar.

Beda halnya yang terjadi Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Provinsi Lampung, sejak beberapa hari terakhir masyarakat dihebohkan oleh fenomena alam. 

Sepanjang pinggir pantai terjadi pembiasan sinar berwarna biru yang menyala terang saat malam hari.
Diketahui, fenomena alam tersebut merupakan fenomena yang disebabkan oleh mahluk hidup yang mengalami reaksi kimia tertentu yang mampu menghasilkan emisi cahaya, atau disebut bioluminescene.

Bioluminescene sendiri ditemukan di seluruh biosfer, tetapi hanya pada vertebrata laut, invertebrata dan beberapa jenis tumbuhan.
Fenomena tersebut menurut Penjaga Pantai Labuhan Jukung Krui, Aswin, merupakan fenomena alam yang baru pertama kali terjadi.

“Fenomena alam ini baru pertama kali terjadi, dan rata terjadi di sepanjang pantai Krui,” ungkap Aswin, Senin (23/12/2019) seperti dilansir Tribun.Co.Id.

Dikatakannya, fenomena alam terjadi sejak Kamis malam (19/12/2019), hingga Sabtu malam (21/12/2019).

“Baru bisa dilihat jika malam hari dan terang bulan, cuma tiga hari yang lewat saja bagus warnanya, kalo sekarang sepertinya cahayanya sudah mulai menghilang,” jelasnya. info berbagai sumber (tribun.co.id/tagar).
editor; saptarius

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.