Es Balok Langka, Ratusan Nelayan Padang Terancam Rugi Besar

207

JURNAL SUMNAR | Padang — Kehidupan nelayan Kota Padang bakal kritis dan rugi besar karena kelangkaan es balok pengawet ikan. Soalnya ratusan nelayan di Pelabuhan Muara Padang sejak tiga bulan belakangan sulit mendapat es balok, dan terpaksa menunda keberangkatan melaut akibat ketiadaan es balok.

“Untuk mendapatkan es balok, kami bisa menunggu dua sampai tiga hari. Tanpa es, kami tidak bisa jalan. Ikan akan mudah busuk,” jelas Syarip (40), salah seorang nelayan, Jumat (28/2/2020) di salah satu sandaran kapal nelayan Pelabuhan Muaro Padang.

Kebutuhan es balok setiap kapal nelayan yang menggunakan kapal mesin kapasitas di atas 15 gross ton mencapai 200 buah dengan bobot masing-masing 35 kilogram. Kebutuhan terhadap es balok sangat tinggi, karena lokasi pencarian yang jauh dan lamanya waktu pelayaran.

”Sekali berlayar, kami bisa tinggal (di laut) seminggu hingga sepuluh hari. Jika stok es kurang, kami kadang terpaksa mengurangi tangkapan agar ikan tidak terbuang percuma. Sebaliknya mau melaut mendapat es balok sangat sulitnya” ungkap Roni (35), nelayan lainnya.

Akibat langka, terpaksa menggunakan es batu kristal akibatnya ongkos produksi naik, sementara harga jual hasil tangkapan nelayan terus menurus turun karena daya beli masyarakat juga menurun.

Dari penelusuran, kelangkaan stok es balok ini terjadi akibat berhentinya produksi es dari pabrik pembuatan es balok di Kota Padang, Intim (50), salah seorang pekerja di pabrik es di Kota Padang bercerita, sejak tiga bulan lalu kelangkaan es balok di Padang akibat salah satu perusahan es batu menghentikan produksinya. (Agusmardi)