Bupati Sijunjung juga memberikan bantuan pada Warga yang Sakit Di Jorong Sungai Gemuruh
JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, Benny Dwifa Yuswir, menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan turun langsung meninjau warga yang menderita sakit menahun di Jorong Sungai Gemuruh, Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kamis (14/5/2026).
Warga bernama Yesi (43) diketahui telah mengalami sakit sejak awal 2016 lalu. Kondisinya yang terbaring lemah selama bertahun-tahun membuat pemerintah daerah bergerak cepat memberikan perhatian dan bantuan.
Dalam kunjungannya, Bupati Benny Dwifa mengaku prihatin melihat kondisi Yesi. Ia memastikan pemerintah daerah hadir untuk membantu, mulai dari bantuan sosial, pelayanan kesehatan hingga pengurusan administrasi kependudukan.
“Saat ini kami datang untuk memberikan bantuan dari Baznas, Dinas Sosial, kesehatan dan BPJS Kesehatan. Kartu kependudukan Yesi sudah diurus di Dukcapil dan BPJS juga telah diaktifkan,” ujar Benny.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengobatan Yesi di rumah sakit. Selain itu, bantuan zakat dari Baznas yang berasal dari zakat ASN Pemkab Sijunjung juga disalurkan kepada keluarga tersebut.
Bupati menegaskan pemerintah daerah siap memfasilitasi penanganan medis Yesi. Bahkan, ia meminta pihak Puskesmas Padang Laweh untuk aktif mendampingi pasien hingga proses rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.
“Saat ini keluarga terkendala biaya bolak-balik ke rumah sakit. Karena itu saya minta Puskesmas Padang Laweh berkoordinasi dengan Wali Nagari untuk membantu pendampingan,” tegasnya.
Benny juga mengingatkan para wali nagari dan kepala jorong agar cepat melaporkan jika ada warga yang membutuhkan bantuan pemerintah daerah.
“Jangan diam saja. Pemerintah daerah tidak mungkin mengetahui seluruh kondisi masyarakat tanpa laporan dari bawah. Kalau tidak ada laporan, tentu kami menganggap masyarakat baik-baik saja,” katanya.
Tak hanya fokus pada pengobatan, Bupati Benny juga memberi perhatian terhadap masa depan anak-anak Yesi agar tetap melanjutkan pendidikan hingga tamat SMA dan tidak putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga.
Sementara itu, sang suami, Suparman (46), menceritakan perjuangan panjang istrinya melawan penyakit sejak 2016. Awalnya, kata dia, sang istri hanya mengalami sariawan sebelum akhirnya kondisi tubuh semakin melemah.
“Tahun 2017 masih bisa beraktivitas, tapi sejak 2018 sudah tidak bisa lagi, badannya lemas dan tidak berdaya,” ujarnya.
Ia mengaku telah membawa istrinya berobat ke RSUD Sijunjung hingga rumah sakit di Solok. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyebut ada indikasi saraf terjepit, namun belum diketahui secara pasti letaknya.
Meski kondisi fisik Yesi melemah, Suparman mengatakan ingatan istrinya masih baik. Ia pun tetap berusaha menghibur sang istri sambil mengurus dua anak mereka yang masih sekolah.
“Setiap pagi dan sore saya antar jemput anak-anak sekolah,” tuturnya.
Suparman juga mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, kehadiran Bupati dan jajaran membawa harapan baru bagi keluarganya.
“Alhamdulillah sekarang kami sudah punya KK, KTP, dan BPJS juga sudah aktif berkat bantuan pemerintah daerah,” ungkapnya penuh haru.
Hadir kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan, Harry Oscar Hidayat, Kepala Dinas Sosial PPr dan PA, Yosfritas, Kepala BKAD, Defri Antoni, Kepala Disnakertrans, David Rinaldo, Kasat Pol PP dan Damkar, Syamsurijal, Ketua Baznas, Hidayatullah, Kepala BPJS Kesehatan, Camat Koto VII, Erick Sadenov, Kapus Padang Laweh, Rika, Pj Wali Nagari Padang Laweh Selatan, Syarial dan jajaran. (Dicko)

