Ini Dia, Ubah Sampah Jadi ‘Emas’ di Bank Sampah Sijunjung Sumatera Barat

463

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kini masyarakat Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, bisa menabung sampah di bank sampah Lansek Manih yang dikelola oleh Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) daerah setempat.

Bank sampah Lansek Manih terletak di Jl.Sudirman, Muaro Sijunjung. Bank sampah tersebut dibangun Dinas Perumahan Permukiman danLingkungan Hidup (Perkim-LH) dibawa pimpinan Riki Mainaldi Neri,SSTP selaku Kadisnya. Bahkan bank sampah tersebut dibangun sejak setahun terakhir ini.


Riki Mainaldi Neri,SSTP Kadis Perkim-LH Sijunjung

Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Sijunjung, Riki Mainaldi Neri, SSTP melalui Sekretaris Dinas Perkim-LH, Dainis Suryani, ST, menyebutkan di bank sampah tersebut masyarakat bisa menabung aneka sampah rumah tangga seperti plastik kemasan, karton, kertas, gelas mineral, botol plastik, botol kaca, tempat telur, karung, besi bekas, aluminium hingga Rice Coocker dan Air Coditioner (AC) yang rusak.

Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dibawa ke bank sampah induk. Nantinya, sampah akan didaur ulang dengan dijadikan kerajinan yang memiliki nilai jual yang tinggi dan keuntungan untuk pengelolaan bank sampah itu sendiri.

Untuk itu pula Dinas Perumahan Permukiman danLingkungan Hidup (Perkim-LH) dibawa pimpinan Riki Mainaldi Neri,SSTP, berharap agar kedepannnya Bank Sampah lebih maju lagi dan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Agar masyarakat dapat mengurangi limbah rumah tangga dan mampu memilah sampah-sampah yang dapat didaur ulang.

Menurut Riki, pengelolaan sampah di Kabupaten Sijunjung terus ditingkatkan melalui keberadaan Bank Sampah Lansek Manih yang dikelola oleh Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH).

Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, bank tersebut juga menjadikan sampah lebih bernilai ekonomi yang mampu menghasilkan “emas” rupiah.

Tak bisa dipungkiri, sejak berdirinya Bank Sampah di Lansek Manih, keberadaannya telah mengedukasi dan menambah pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan benar. Sampah yang selama ini dianggap sebagai benda yang tak berguna, kini bisa menjadi butiran emas.

“Hingga kini ada sekitar 300 nasabah kita di bank sampah. Dan itu juga tersebar di sejumlah nagari dan kecamatan, bukan di pusat kabupaten saja. Karena sebelum bank sampah ini didirikan, pengkaderan dan pembentukan kelompok ditengah masyarakat telah kita lakukan, sebagai langkah persiapan,” tutur Riki Maineldi Neri seperti disampaikan Sekrerarisnya Dainis Suryani.

Dijelaskannya, tujuan mendirikan bank sampah adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sampah, sekaligus untuk memelihara lingkungan.

“Sebenarnya ini lebih kepada motivasi kepada masyarakat. Lingkungan kita terjaga dari pencemaran sampah, juga membantu secara ekonomi ditengah masyarakat,” ucapnya.

Cara kerja bank sampah pun cukup sederhana, tidak ribet. Artinya kegiatan ini bisa menjadi sampingan bagi masyarakat yang mau menambah penghasilan. Warga hanya mengumpulkan sampah sesuai jenisnya, kemudian disetor ke bank sampah, bisa diantar langsung atau dijemput oleh petugas bank.

Sampah yang dikumpulkan tadi selanjutnya ditimbang, jika nasabah menginginkan pembayaran langsung juga diperbolehkan, atau ditabung juga bisa.

“Sampah yang ditabung minimal beratnya satu kilogram. Setelah dicatat petugas, jumlah saldo di buku tabungan nasabah akan dikalkulasikan kedepannya. Bahkan ada tabungan nasabah yang sudah berjumlah satu juta lebih, itu dari petugas K3. Memang sengaja mereka tabung dulu,”tambah Dainis Suryani.

Selain itu, masyarakat juga bisa menukarkan (barter) sampah mereka dengan barang-barang hasil kerajinan tangan, atau barang yang bermanfaat untuk menunjang kebutuhan rumah tangga.

“Ditukar bisa, itu banyak pilihannya sesuai nominal hasil penjualan sampah tadi. Atau disedekahkan juga bisa, nanti kita yang salurkan kepada pihak yang layak menerima sedekah,” tambahnya.saptarius/nv