12 Kakanmenag di Sumbar Dimutasi, Ini Daftarnya 

Kemenag Sumbar Lakukan Mutasi Besar-besaran, 12 Pejabat Resmi Dilantik
Pelantikan 12 pejabat baru di Aula Amal Bhakti I Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Senin petang (27/0l4/2026). (Foto: Kemenag Sumbar)

JURNAL SUMBAR | Padang – Suasana khidmat menyelimuti Aula Amal Bhakti I Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat (Kemenag Sumbar), Senin petang (27/04/2026).

Dalam momen tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, melantik sejumlah pejabat administrator sebagai bagian dari penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung di hadapan puluhan pejabat dan undangan yang hadir. Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama Sumbar.

Dalam sambutannya, Mustafa menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara kedinasan maupun secara spiritual.

“Jabatan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik secara kedinasan maupun secara ukhrawi di hadapan Allah SWT,” tegas Mustafa.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha H. Edison dan Kabid Parkir Joben sebagai saksi.

Selain itu, hadir pula jajaran kepala bidang, pembimbing masyarakat, para kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Sumbar, serta mantan Kakanwil Sumbar, H. Syahrul Wirda.

Mustafa menjelaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja.

“Ini bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan efektivitas dan kinerja kelembagaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk menyikapi perubahan dengan sikap positif, lapang dada, dan kesiapan menjalankan tugas di mana pun ditempatkan.

“Jabatan bukanlah tujuan, melainkan wasilah untuk berkhidmat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Dalam arahannya, Mustafa menekankan empat poin penting yang harus dijaga oleh seluruh pejabat. Pertama, integritas dan profesionalitas sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Kedua, peningkatan kinerja dan inovasi dalam pelayanan publik. Ketiga, memperkuat sinergi dan kolaborasi. Keempat, menginternalisasikan moderasi beragama dalam setiap kebijakan.

Selain itu, Mustafa juga menyampaikan lima arahan strategis yang harus menjadi perhatian ke depan. Ia menyoroti pentingnya transformasi digital sebagai respons terhadap perkembangan teknologi.

“Kita dituntut adaptif terhadap teknologi. Manfaatkan media digital secara bijak sebagai bagian dari tabayyun dalam menghadapi hoaks dan disinformasi, demi menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Pada aspek sosial, Mustafa menekankan pentingnya pendekatan berbasis cinta dalam membangun harmoni di tengah masyarakat.

“Kurikulum Cinta harus menjadi ruh dalam membangun harmoni sosial,” katanya.

Ia juga menyinggung penguatan ekonomi syariah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan umat secara berkeadilan dan berkelanjutan. Selain itu, tata kelola pemerintahan yang bersih turut menjadi sorotan utama.

“Jauhi praktik korupsi serta gratifikasi. Ini bagian dari jihad melawan penyimpangan dalam birokrasi,” tegasnya.

Di sektor pendidikan, Mustafa berharap lembaga pendidikan Islam dan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Tak hanya kepada pejabat, Mustafa juga memberikan perhatian kepada para istri yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan. Ia menyebut peran mereka sangat penting dalam mendukung tugas suami.

“Peran ibu-ibu sekalian sangatlah strategis sebagai pendamping yang memberikan dukungan moral dan spiritual,” ujarnya.

Mustafa juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga serta aktif dalam kegiatan organisasi dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengakui bahwa ekspektasi masyarakat terhadap Kementerian Agama terus meningkat. Karena itu, seluruh jajaran diminta meningkatkan etos kerja dan memberikan pelayanan terbaik.

“Mari kita tingkatkan etos kerja dengan niat ibadah, bekerja secara profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada umat,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Mustafa menyampaikan doa serta harapan agar para pejabat yang dilantik mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat bertugas kepada saudara-saudara yang telah dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” tutupnya.

Berikut daftar pejabat yang dilantik:

1. Yasril sebagai Kakankemenag Kota Padang, sebelumnya Kakankemenag Pasaman
2. Edy Oktafiandi sebagai Kakankemenag Kota Pariaman, sebelumnya Kakankemenag Kota Padang
3. H. Irwan sebagai Kakankemenag Kota Bukittinggi, sebelumnya Kakankemenag Limapuluh Kota
4.H. Amril sebagai Kakankemenag Kota Solok, sebelumnya Kakankemenag Tanah Datar
5. Zulkfili sebagai Kakankemenag Kota Sawahlunto, sebelumnya Kakankemenag Kabupaten Solok
6. Rali Tasman sebagai Kakankemenag Kabupaten Pasaman, sebelumnya Kakankemenag Pasaman Barat
7. H. Thomas Febria sebagai Kakankemenag Pasaman Barat, sebelumnya Kakankemenag Kabupaten Agam
8. Dedi Wandra sebagai Kakankemenag Kabupaten Solok, sebelumnya Kakankemenag Kota Sawahlunto
9. Hendri Pani Dias sebagai Kakankemenag Tanah Datar, sebelumnya Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar
10. Eri Iswandi sebagai Kakankemenag Limapuluh Kota, sebelumnya Kakankemenag Kota Bukittinggi
11. Rinalfi sebagai Kakankemenag Kabupaten Agam, sebelumnya Kakankemenag Kota Pariaman
12. Tan Gusli sebagai Kabid Pendidikan Madrasah, sebelumnya Perencana Ahli Madya Kanwil Kemenag Sumbar. sumber; Sumbardaily.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.