JURNAL SUMBAR | Padang — Orang Minang selama ini dikenal dengan orang yang berbudi baik. Harapan Kerapatan Adat Nagari Saniangbaka anak kemenakannya tetap mempertahankannya dan tidak terpengaruh dengan globalisasi dan informasi.
Untuk itu KAN Saniangbaka malakukan sosialisasi falsafah adat dengan topik “Penguatan Peran Dubalang Adat”. Sosilisasi sekaligus konsolidasi urang nan ampek jinih di Balai Adat Nagari Saniangbaka, Ahad (6/9/2020).
Menjauhnya perilaku menyimpang ditengah masyarakat sangat tergantung dengan peran dubalang di nagari. Memfungsikan dubalang sangat penting dalam kondisi sekarang.
Ketua KAN Saniangbaka, Drs.H.IU Dt. Mustafa. MA didampingi Suryadi Asmi Dt Rj Nan Sati selaku Penasehat/ Pembina KAN setempat mengatakan peran ‘Dubalang’ sangat vital dalam fungsinya sebagai penegak dan penjaga keamanan dan ketenteraman kaum di nagari (desa) di Minangkabau tempo dulu.
Namun seiring pergeseran zaman munuju era modernisasi dubalang yang merupakan suatu lembaga tradisional dalam sistem sosial masyarakat Minangkabau ini seakan hanya tinggal cerita yang tertulis dalam sejarah.
“Kami KAN Saningbaka akan terus melakukan terobosan untuk menghidupkan kembali kehidupan ber-nagari, salah satunya dengan memaksimalkan fungsu Hulubalang (Dubalang) yang ada di Nagari Saniangbaka,” ujarnya.
Selain dihadiri Penasehat/ Pembina H.Suryadi Asmi.Dt. Rajo Nan Sati juga turut hadir Urang Ampek Jinih serta Cadiak Pandai di Balai Adat Nagari Saniangbaka.
Pada kesempatan itu Suryadi Asmi, SE MM Dt Rajo Nan Sati mennyatakan sosialisasi adat terus digencarkan ditengah masyarakat yang telah mengglobal ini.
“Saniangbaka adalah salah satu Nagari di Kabupaten Solok terletak di pinggir Danau Singkarak yang disebut juga Nagari cermin taruih koto piliang. Ketaatan terhadap adat istiadat di Nagari ini tetap saja menjadi komitmen dijalankan sebagaimana,” ujar Suryadi Asmi.
Lebih lanjut diungkanpkannya adat itu selingan Nagari mesti dilestasikan, maka sesuai era moderenisasi/globalisasi informasi dan komunikasi saat ini, maka peran/ fungsi urang ampek Jinih yaitu Penghulu ( Datuak ), Manti, Pandito dan Dubalang Adat perlu diingatkan dan disosialisasi secara terus menerus kepada yang bersangkutan dan kepada anak kemenakan.
Pada rapat KAN Saniangbaka kali adalah membicarakan sekaligus memusyarahkan Penguatan Peran Dubalang adat sebagai paga nagari supaya ketaatan terhadap aturan berjalan dengan baik.(Agusmardi)