Blusukan di Pasar Ateh Bukittinggi, Jenderal Fakhrizal Dicegat Sejumlah Pedagang

94

JURNAL SUMBAR | Bukittinggi – Rombongan Cagub Irjen Pol (P) Drs H Fakhrizal, MHum tiba tiba dicegat sejumlah Pedagang Pasar Ateh Bukittinggi. Rupanya mereka menyampaikan ‘uneg – uneg dan keluh kesah’ mereka kepada sang Jenderal.

“Saya kira ada apa, kok tiba tiba saya dicegat para pedagang. Rupanya mereka mau menyampaikan perasaan mereka ke saya. Ya sudah, saya tampung dan saya catat keluhan mereka,” ujar Jenderal

Fakhrizal kepada wartawan, di Bukittinggi, Sabtu.
Para pedagang memang sudah menargetkan akan ‘menyetop’ rombongan Jenderal Fakhrizal yang saat itu sedang berada di kawasan pasar Ateh.
Soalnya dua calon gubernur lain asal Bukittinggi dan Agam, tidak pernah masuk ke kawasan Pasar Bukittinggi.

“Pak berhenti dulu sebentar. Kami ingin menyampaikan unek-unek kami. Sejak pandemi jual beli kami disini masih sepi. Tolong perhatikan persoalan ini kalau bapak jadi gubernur nanti,” sebut salah seorang pedagang yang mencegat Fakhrizal.

Pedagang pencegat rombongan Jenderal Fakhrizal ini, memaparkan bahwa mereka memang menargetkan Gubernur Sumbar mendatang memerhatikan nasib mereka. Sebab keberlangsungan pasar Ateh banyak ditentukan pengunjung dari daerah luar Bukittinggi.

Intinya, jika Jenderal Fakhrizal terpilih jadi gubernur, mereka meminta Pemerintah Propinsi Sumbar membuat kebijakan yang mendukung pengembangan dan perkuatan pasar menjadi lebih ramai dibandingkan sekarang.

Fakhrizal Tenangkan Pedagang

Jenderal Fakhrizal yang mendengar curhatan pedagang ini pun langsung turun dan berupaya menenangkan mereka. Setelah tenang, beberapa pedagang lain pun mendekati Fakhrizal. Ia juga menyampaikan hal yang sama. Kali ini dia menyebut, biaya kontrakan kedai dan kebutuhan lainnya harus ditanggung.

“Ini jeritan kami dari pedagang di Bukittinggi pak. Hidup semakin susah sejak pandemi Covid-19. Berikan kami solusi karena baru cuma bapak yang mau berhenti disini,” katanya.

Fakhrizal paham dengan situasi seperti ini. Satu sisi dirinya yang notabene sebagai Calon Gubernur, dilarang berkampanye di areal pasar. Namun, ia tak sampai hati jika menolak ada orang yang ingin menyampaikan aspirasi. Melihat suasana Seperti ini, ia turun beberapa menit untuk berbincang dengan pedagang.

“Maaf ibuk-ibuk, sebenarnya saya dilarang berbicara tentang politik di areal pasar dan wisata. Saya dengarkan dan beri solusi asalkan tak ada embel-embel kampanye disini,” terang Fakhrizal kepada pedagang.

Usai Fakhrizal meminta tak ada embel-embel kampanye, pedagang pun berjanji tidak ada sorak-sorak dan menimbulkan simbol yang berbau kampanye.

Suasana pun cair saat Fakhrizal memberikan pemahaman tentang Pandemi Covid-19 dan efeknya terhadap perekonomian. Tak hanya di pasar Ateh, dampak seperti ini terjadi hampir disetiap pasar di Sumbar.

Fakhrizal melihat walaupun aktivitas pasar sudah mulai normal, namun jual beli masih Balambok-lambok (Sedikit-red). Hal inilah yang perlu menjadi perhatian khusus bagi pemimpin Sumbar kedepan.
“Sampai sekarang, kapan berakhirnya Covid-19 ini kita belum tahu. Tapi jangan sampai pesimis dengan kondisi begini. Perlu cara agar keluar dari persoalan ini,” katanya.

Menurut Fakhrizal, caranya mengembalikan paradigma dan mental masyarakat tentang Covid-19 agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Namun, pastinya beraktivitas tetap menerapkan protokol Covid-19 agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.

“Insya Allah, kalau saya menang. Hal ini yang saya terapkan. Bagaimana mental masyarakat bisa bangkit lagi dari covid-19 ini. Jadi bisa normal lagi aktivitas masyarakat,” seburnya.

Untuk mengembalikan geliat jual beli, Fakhrizal akan gencar mempromosikan Bukittinggi agar wisatawan kembali hadir ditengah pedagang. Tak tertinggal juga memperbaiki infrastruktur dan fasilitas umum di Bukittinggi. Dengan begitu, Bukittinggi bisa menjadi kota Metropolitan yang berbudaya dan beradat. Ini akan menjadi modal utama untuk meramaikan Bukittinggi lagi.
Setelah mendengar solusi ini, pedagang mengaku puas penjelasan Fakhrizal dan meminta agar datang lagi ke Pasar Ateh.
Awaluddin Awe
Tim Media Centre Fage Sumbar
dari berbagai sumber