Tersesat di Barulak, ODGJ Asal Sicincin Justru Dipuji Camat Payakumbuh Timur, Kok Bisa?

81

JURNAL SUMBAR | Sicincin — Selasa (10/11) pagi, Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi mendatangi rumah Marlides Wati, warga Kelurahan Sicincin Kecamatan Payakumbuh Timur yang dikabarkan tersesat di daerah Barulak Kecamatan Tanjuang Baru Kabupaten Tanah Datar pada Senin (9/10) malam. Turut mendampingi Kasi Trantib Trinazmi, Kasi Ekbang Gusmardi, Lurah Sicincin Afrina Hanoum beserta Kasi Pem dan Trantib Kelurahan Ermiati serta Ketua LPM Sicincin.

Kabar tersesatnya Eli (sapaan Marlides Wati) diterima langsung Camat Payakumbuh Timur dari Camat Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar, Arief pada Selasa dinihari. Sebelumnya Camat Tanjuang Baru menerima laporan dari pemuda Barulak yang menemukan Eli sedang linglung didaerah mereka, sementara hari sudah beranjak malam.

“Semalam kami menerima laporan dari Camat Tanjuang Baru Kabupaten Tanah Datar, beliau mengabarkan adanya warga kami asal kelurahan Sicincin tersesat disana. Alhamdulillah berkat kesigapan beliau beserta jajarannya, warga kami tersebut berhasil dibawa kembali ke Payakumbuh dini hari tadi setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga,” ujar Camat Irwan.

Dikatakan, Eli sendiri ditemukan sejumlah pemuda Nagari Barulak didaerah pesawangan dalam kondisi linglung. Saat ditanya, perempuan paruh baya itu mengaku hendak mencari suaminya di Barulak, sayang da tak ingat persis lokasi rumah suaminya. Eli mengaku ditinggal begitu saja oleh pengendara ojek yang ditumpanginya karena tak kunjung menemukan rumah suaminya.

“Sedianya kami akan jemput yang bersangkutan pada pagi hari sekaligus mengucapan terima kasih kepada Camat Tanjung Baru, namun ternyata pihak keluarga telah terlebih dahulu menjemput ke Tanjung Baru dini hari tadi, sehingga kami jadinya hanya meninjau keadaan beliau saja di Sicincin ini,” ujar Camat Irwan.

Kondisi Eli sendiri cukup memprihatinkan. Kehidupan perempuan paruh baya itu banyak ditopang oleh sanak famili yang berada disekitar tempat tinggalnya. Hal itu disebabkan kondisi mentalnya yang labil.

“Secara mental kejiwaan, adik kami ini memang sedikit labil pak, kadang normal seperti manusia biasa, tapi kadang linglung dan tak terkontrol, seperti tadi malam yang katanya pergi mencari suaminya. Tapi justru tak tahu jalan hingga tersesat,” ujar Mardiningsih yang merupakan kakak tertua Maslisda Wati kepada Camat Payakumbuh Timur.

Marlisda Wati sendiri tercatat sebagai pasien tetap di Puskesmas Air Tabit dengan keluhan mental atau ODGJ. Meski demikian, dirinya ternyata telaten dalam membina pekarangan rumah. Terlihat halaman rumahnya yang cukup luas ditumbuhi dengan berbagai tanaman produktif seperti sayuran, buah-buahan dan tanaman obat.

“Luar biasa tanaman pekarangan bu Eli, ada Buah Naga, Cabe, Kakao, Serai, Kunyit, Ubi Kayu, dan lain-lain. Kalau seperti ni, Bu Eli cocok jadi kader PKK, bisa memanfaatkan lahan pekarangan. Besok-besok main ke kantor lurah ya bu, temui bu Lurah, nanti diajak membenahi PKK serta dasawisma kelurahan,” ujar Camat Irwan memberi arahan kepada Eli.

Puas berdialog, Camat Payakumbuh Timur kemudian berpamitan sembari menitipkan sedikit bantuan buat kebutuhan harian Eli. “Ini sedikit untuk sekedar membeli nasi buat ibu, semoga bermanfaat,” pungkas Camat Irwan. (rel/timur)