Sijunjung Tuan Rumah Silek Art Festival , Ini Laporannya

217

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kabupaten Sijunjung menjadi tuan rumah dalam pergelaran Silek Art Festival (SAF) 2021. Lima kabupaten/kota unjuk kebolehan melalui utusan pendekar-pendekar tangguhnya. Perhelatan SAF ini juga dimeriahkan penampilan/atraksi oleh para tuo silek yang dikemas menjadi ajang silaturahmi.

Selanjutnya diikuti oleh para anak sisihan (murid) dengan menampilkan beragam jurus, aliran,  ilmu bela diri silek Minangkabau. SAF 2021 dibuka secara resmi oleh Bupati Sijunjung, bertempat di Rumah Dinas Bupati Sijunjung, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Senin (23/8/2021).

Turut dihadiri  Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Gemala Ranti, Tim Indonesiana Pusat, Dede, Kabid Kesenian dan Diplomasi Dinas Kebudayaan Sumbar, Ketua TP PKK, Ny Riri Benny Dwifa, Ketua GOW, Ny Donna Iraddatillah, sejumlah kepala OPD, BUMN/BUMD.

Persembahan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung. Mengangkat tema Manjapuik Nan Sabinjek Untuak Menyumarakkan Baliek Laman Silek Kito.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Gemala Ranti, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Silek Art Festival 2021 adalah yang ketiga kalinya digelar di Sumatera Barat. Tahun 2018 diikuti 7 kabupaten/kota, 2019 sebanyak 6 daerah, serta tahun 2021 sebanyak 6 daerah.

Adapun aerah yang mengikuti Art Festival 2021 di Kabupaten Sijunjung kali ini antara lain, Padang, Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Payakumbuh, dan  Agam.  “Setiap tahun Kabupaten Sijunjung selalu ikut kegiatan SAF, maka kaki ini dipercaya menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Ilmu bela diri silek atau disebut pencak silat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tidak Benda (WBTB) UNISCO pada Desember 2019. Maka ke depannya harus terus dijaga dan dilestarikan.

Sebelumnya, Ketua Harian IPSI Sijunjung, Firdaus,  mendukung penuh kegiatan SAF 2021 di Muaro Sijunjung. Sebagai bentuk keseriusan, Kabupaten Sijunjung sendiri menampilkan tari pasambahan dari Grup Pusako Panai Sijunjung, kemudian atraksi Silek Harimau Piatu Calau Sumpur Kudus Selatan, Silek Kapak dari Padanglowe, Silek Pedang yang diiringi talempong kayu dari Duriangadang, dan Silek Langkah Tigo dari Sanggar Seni Kembang Melati Muaro.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah akan selalu mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan budaya. Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Sijunjung lebih dikenal dalam adat sebagai ikua darek kapalo rantau, dan Kabupaten Sijunjung sangat kaya dengan adat, budaya dan tradisi. nton/padeks