Di Tanah Wakaf H. Ilyas Malin Batuah, Masjid Nur Ilyas Sago Permai Diresmikan Bupati RA

JURNAL SUMBAR | Pessel – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar meresmikan Masjid Nur Ilyas Kompleks Perumahan Sago Permai, Nagari Sago Salido, Kecamatan IV Jurai, Jumat (3/9).

Mesjid ini dibangun di atas tanah waqaf H. Ilyas Malin Batuah yang sebelumnya mushalla yang ditingkatkan jadi masjid. Nama Nur Ilyas diambil dari nama Almarhum H. Ilyas Malin Batuah yang merupakan orang tua Burmalis Ilyas, Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network-Global dan Baslianti Ilyas Wakil Ketua DPD PAN Pesisir Selatan.

Mushallah yang awalnya dibangun oleh Barli Ilyas, Ketua DPD Partai Berkarya yang juga putera almarhun H. Ilyas Malin Batuah itu disepakati jamaah untuk ditingkatkan menjadi masjid dengan nama Nur Ilyas.

Pada peresmian itu hadir Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan, Aprial Habbas, Camat IV Jurai, Refri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Abrar, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Rusma Yul Anwar yang dikenal dengan sapaan RA, mengajak umat muslim agar menjadikan masjid sebagai pusat aktifitas kemasyarakatan.

“Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat aktifitas kemasyarakatan serta aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya,” kata bupati.

Selain tempat salat, masjid juga dapat difungsikan sebagai tempat membicarakan masalah kamasyarakatan dan penyelesaian konflik di tengah tengah masyarakat.

“Penyelesaian konflik di masjid akan memberikan suasana kebatinan akan lebih sejuk dan kekeluargaan dibandingkan dengan tempat lain,” kata Rusma Yul Anwar.

Disisi lain Bupati berharap dengan bertambahnya jumlah masjid berbanding lurus dengan peningkatan ketakwaan masyarakat.

Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Nur Ilyas, Yadi mengatakan, dana pembangunan masjid ini juga berasal dari pemerintah daerah. Kemudian juga didukung oleh masyarakat berupa infak dan sedekah.

“Masjid Nur Ilyas awalnya sebuah mushalla yang dibangun pada tahun 2011 lalu dengan ukuran bangunan 15 x 15 meter persegi. Hingga kini, pembangunan masjid ini telah menelan dana lebih kurang Rp 500 juta,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Abrar, mengatakan, dengan meningkatnya status Mushalla menjadi masjid diharapkan seiring dengan peningkatan kualitas manajemennya.

Menurut Abrar ada tiga hal yang harus diperhatikan dalaam manajemen masjid, diantaranya, administrasi berkaitan dengan surat surat dan keuangan. Keuangan masjid harus dikelola dengan transparan, agar masyarakat percaya dalam memberikan sumbangan kepada masjid.

Kemudian pengelolaan fisik masjid bagaimana agar umat merasa nyaman berada di masjid dan terakhir syiar masjid, yaitu aktifitas keagamaan.

Usai peresmian masjid dilanjutkan.dengan shalat jumat dengan khatib Kakan Kemenag Arbrar. (Rega)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.