Iklim Fenomena Politisi Loncat Partai, dan Politik Identitas, ini kata Dr. Asrinaldi.

154

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Iklim jelang Pemilihan Umum (Pemilu ) tahun 2024 terus dilakukan para elit Partai Politik ( Parpol) dan politisi untuk mencari tempat nyaman mengembangkan karir politik. Ataupun sekedar ingin mensosialisasikan jati diri ke tengah masyarakat.

Dua hal menjadi perhatian jelang Pemilu dan Pileg, yaitu politisi loncat partai dan politik idenditas. Terkait politik idenditas mencuat dari salah penggurus Parpol hadir dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pendafataran, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan. Diadakan KPU Kabupaten Pesisir Selatan. Kemarin, Senin (1/8/2022).

Dari sudut pandang, Dosen Ilmu Politik dan Dokter Studi Kebijakan Fisip Universitas Andalas, Dr. Asrinaldi tentang Politisi Loncat Partai dan Politik Identitas.

Pada wartawan, Dr. Asrinaldi mengatakan, fenomena pindah partai jelang Pemilu 2024 menunjukan jika itu bukti bahwa ideologi partai tidak mengakar dari politisi. Mereka, lebih cenderung bersifat pragmatis yang berorientasi pada kepentingan kekuasaan jangka pendek masing – masing politisi.

Dan, jika dilihat dari etika berpolitik tentu melanggar fatsun berpolitik karena mengabaikan nilai-nilai politik.

“Partai memiliki AD/ART dan aturan main dalam proses pengakaderan/kaderisasi jadi ini yang harus dilaksanakan oleh partai”

Sebenarnya tidak ada larangan, namun partai harus ada aturan yang ketat untuk masuk dan keluar kedernya,” kata DosenDosen Ilmu Politik dan Dokter Studi Kebijakan Fisip Universitas Andalas.

Sementara itu, dalam kaitan politik identitas Dr. Asrinaldi mengungkapkan jika hal tersebut keniscayaan di masyarakat yang plural. Jadi, politik identitas ini mungkin tidak ditonjolkan dalam politik.

Untuk itu perlu diatur secara tegas oleh Undang – Undang agar tidak digunakan dalam proses dalam proses politik. Dan, harus ada sanksi yang tegas kalau ini digunakan partai atau politisi.(Re)