Berebut Jadi Bupati Sijunjung 2024-2029, Pasangan Petahana Masih Bertengger Dipapan Atas

664

Aroma persaingan politik mulai tercium perlahan, meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sijunjung Sumateta Barat masih akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.

Saptarius
Wartawan Utama/Pemred Jurnalsumbar.Com

Oleh: Saptarius

Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak bakal digelar tahun 2024 mendatang. Bahkan di sejumlah daerah, gaung pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 dan Pilpres itu sudah mulai ditabuh. Termasuk salahsatunya di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Proses rangkaian Pilkada pun sudah dimulai. Mulai dari pemilihan pengawas kecamatan (Panwas Kecamatan) sudah dilakukan termasuk kesibukan KPU juga sudah terlihat. Nah, untuk itu sangat menarik untuk diamati.

Syahbuddin Datuk “Abu” Sinaro

Kita harus tahu dan juga harus mencari tahu siapa-siapa figur fotensial yang bakal bertarung dalam Pilkada dan yang layak untuk memimpin daerah (jadi bupati-red). Meski begitu, pasangan icumbent tentu dinilai kuat untuk bertarung di Pilkada 2024 mendatang itu.

Nah, sebelum masuk pada nama-nama figur potensial yang santer beredar maupun figur berkualitas yang layak masuk dalam bursa kandidasi, mari berdiskusi mengenai institusi-institusi calon bupati/kepala daerah itu.

Mendro Suarman

Kalau tidak ada crosswise, diyakini para kandidat calon Bupati/Wabup akan berebut menduduki rumah “Bagonjong Megah” itu pada tahun 2024 mendatang.

Sebab, Pilkada tidak hanya terbatas pada hari (H) pelaksanaan dengan menggunakan hak pilihnya, melainkan juga turut serta aktif berpartisipasi dalam memunculkan kandidat-kandidat bupati yang berkualitas dan layak didukung untuk memimpin Sijunjung kedepan yang lebih maju dan jaya sesuai “Mars Sijunjung” itu sendiri.

Bahkan sejumlah awak media lokal pun mulai memunculkan sejumlah nama kandidat yang menurut mereka “takah dan tokoh”.

Di sisi lain, partai-partai politik merasa terbantu dengan munculnya nama-nama alternatif ketika lobi-lobi politik antar partai mandeg dan tidak menemukan kesepakatan.

Hendri Susanto

Santer, ada juga Parpol yang jual mahal dan pilih-pilih siapa yang bakal diusung. Tak jarang, sikap Parpol pun masih ragu-ragu dalam menentukan kandidat yang diusungnya juga menjadi dilema. Apakah soal “amunisi”, hanya mereka lah yang tahu. Yang jelas, politik itu ada cost politik dan itu harus..!

Berdasarkan pengalaman banyak daerah, institusi-institusi penghasil kepala daerah dapat dilihat sebagai berikut; Bupati-Wakil Bupati Petahana, Pengalaman banyak daerah, kepala daerah petahana adalah kandidat yang digadang-gadang akan kembali maju dalam kontestasi Pilkada. Tidak mengherankan, selama kepemimpinannya pun dapat dianggap sebagai bentuk “kampanye” dengan seringnya nama bupati/wabup muncul dalam pemberitaan.

AKBP Lazuardi

Nah, dalam hal ini, petahana idealnya memiliki kekuatan popularitas yang tinggi dibandingkan dengan kandidat-kandidat yang lainnya, meskipun dalam kenyataannya akseptabilitas dan elektabilitas dapat berbicara lain.

Siapakah Pilihan Anda untuk Calon Bupati Sijunjung 2024-2029?

Siapakah Pilihan Anda untuk Calon Bupati Sijunjung 2024-2029?

 

Namun ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian serius bagi kandidat ini. Pertama, ajang Pilkada menjadi dua pilihan bagi masyarakat, sebagai ajang “pelanggengan” atau ajang “penghakiman”.

Jika masyarakat merasa bahwa kinerja bupati/wabup selama memimpin daerah tidak ada kemajuan yang berarti, masyarakat sesungguhnya dapat memanfaatkan momentum Pilkada sebagai ajang “penghakiman” untuk tidak memilih kembali petahana.

Namun, jika masyarakat merasa ada kemajuan yang signifikan dalam kesejahteraannya, tentu ajang Pilkada akan menjadi ajang “pelanggengan” bagi sang bupati/wabup untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Mukhlis,S.Ai

Dalam banyak kasus daerah, istri atau anak dari petahana adalah pihak yang paling sering digadang-gadang untuk maju dalam Pilkada. Jika sudah berbicara pada politik dinasti atau politik kekerabatan, maka dapat dipastikan struktur politik yang ditancapkan oleh petahana selama memimpin begitu kuat. Karena struktur politik inilah faktor utama bagi hadirnya dinasti politik di daerah.

Tak percaya? coba kita tengok di daerah lain, Klaten dan Purwakarta, misalnya dapat menjadi contoh. Klaten dalam hal politik dinasti dapat diandaikan sebagai pengalaman terbaik perpaduan antara dua keluarga bupati-wakil bupati, Haryanto Wibowo (alm) dan Sunarna, menguasai daerah selama hampir 20 tahun.

Antonio Mursil

Jika pada periode awal Haryanto dan Sunarna yang menjadi bupati-wakil bupati di tahun 2000-2005, pada periode selanjutnya Sunarna menjadi Bupati. Pada periode keduanya 2010-2015, Sunarna menggandeng Sri Hartini, istri Haryanto Wibowo. Karena sudah menjabat dua periode, Sunarna tidak dapat maju kembali.

Sasmi Ultriadi

Nah, begitu juga di Sijunjung. Era Bupati Darius Apan, Yuswir Arifin menjadi pendapingnya sebagai wakil bupati dalam kepemimpinan Darius Apan di dua periode. Lalu pada pencalonan berikutnya Yuswir Arifin pun maju bersama Muchlis Anwar dan berhasil menjadi bupati dan wakil bupati.

Syahril Syamra

Di periode keduanya, Yuswir Arifin berpasangan dengan Arrival Boy. Karena dianggap sukses pada periode pertama, lalu masyarakatkan Sijunjung pun memilihnya menjadi bupati untuk keduakali.

Menariknya lagi, dipusaran politik Pilkada Sijunjung, 2020 lalu, memunculkan sang “Putra Mahkota” yang digadang-gadang untuk jadi bakal calon bupati (Bacalbup). Terbukti, Benny Dwifa Yuswir yang merupakan sosok birokrasi aparatur sipil negara (ASN) yang ketika itu menjabat Kepala Bapppeda Sijunjung, dengan tegas mengatakan siap maju menjadi Bacabup Sijunjung.

Benny Dwi Yuswir-Iradatillah
Bahkan Benny Dwifa Yuswir pun menyatakan siap mundur dari ASN, dan sang “Putra Mahkota” itupun mengakui telah mendapat restu dari orangtuannya (Yuswir Arifin-red). Benny berpasangan dengan Iradatillah mantan anggota DPRD Sijunjung yang dinilai cukup pengalaman . Bahkan pasangan ini dinilai pasangan cukup kuat dan mampu masuk kesemua lini kegiatan di Pemkab Sijunjung.

Peluang Benny-Iradatillah untuk maju di Pilkada waktu itu cukup lebar, apalagi pasangan tersebut didukung banyak Parpol sehingga bisa malenggang menuju arena Pilkada.
Terbukti, pasangan itupun berhasil menjadi pemenang dan kini menjadi Bupati dan Wabup Sijunjung.

Bupati-wabup Sijunjung, Benny-Radi

Meski hanya tersisa sekitar dua tahun lagi, aroma Pilkada 2024-2029 di Sijunjung pun sudah mulai mencuat.

Bahkan sejumlah rumor siapa kandidat calon bupati di Ranah Lansek Manih itupun kian mencuat. Posisi incumbent Benny Dwifa Yuswir,S.STP, M.Si-H.Iraddatillah, S.Pt, dinilai masih bertengger dipapan atas. Apalagi sejumlah pembangunan infrastruktur telah mulai menggeliat.

Hasrul Piliang

Meski begitu, sejumlah nama bakal calon bupati-wakil bupati sudah mulai disebut-sebut. Setidaknya ada belasan kandidat bakal masuk bursa calon bupati-wakil bupati (Cabup-Cawabup).

Nama uztad Hendri Susanto (UHS) Ketua PKS Sijunjung disebut-sebut bakal kembali maju di Pilkada 2024 mendatang, yang pada Pilkada sebelumnya berada diposisi kedua yang berpasangan dengan Indra Gunalan.

Selain itu, juga terdapat nama Antonio Mursil (Anggota DPRD) Sijunjung/pengusaha otomotif dikabarkan juga bakal maju. Nama Mukhlis,S.Ai (anggota DPRD Sijunjung/pengusaha sawit) menurut isu yang berkembang juga bakal maju di Pilkada Sijunjung.

Bukan itu saja, nama Marlis (mantan anggota DPRD Sumbar/pengusaha) yang juga pernah maju di Pilkada bersama Firdaus.K, dikabarkan juga bakal maju. Bahkan ia menyatakan siap bertarung di Pilkada 2024-2029 mendatang. Selain itu juga terdapat nama Indra Jaya,SH (Mantan Ketua Partai Demokrat).

Indra Jaya

Tak hanya itu, nama dr. Mendro Suarman yang kini juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Sijunjung dikabarkan juga bakal maju. Pada Pilkada sebelumnya, Mendro juga sempat maju di Pilkada sebagai Cawabup mendampingi Arrival Boy kala itu.

Kabar lain, nama Syafrudin Datuk “Abu” Ketua Forwas yang juga Owner Wana Talabang Sakti dikabarkan bakal didaulat maju di Pilkada. Namun, apakah tokoh Kamangbaru itu akan maju? Begitu juga nama Sasmi Ultriadi (anggota DPRD/pengusaha) juga digadang-gadang sebagai kandidat Cabup/Cawabup.

Bahkan nama Drs. Syahril Syamra Dt Bgd Nan Putih (Ketua DPC Gerindra/pengusaha), DR. Hasrul Piliang (Akademisi), Yusnidarti (anggota DPRD), juga disebut-sebut kandidat Bupati Sijunjung.

Menariknya lagi, nama AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, Kapolres Sijunjung yang juga urangsumando Padangsibusuk pun digadang-gadang sebagai kandidat calon kepala Bupati Sijunjung.

Yusnidarti

Informasinya, sejumlah kandidat lainnya dikabarkan bakal bermunculan untuk maju di Pilkada Sijunjung 2024 berebut kursi “BA 1 K”. Lengkapnya tunggu poling kandidat Bupati Sijunjung yang akan ditayang Jurnalsumbar.Com. Ingat, ini hanya catatan saja. (Penulis adalah Wartawan Utama)