Di Sijunjung, Indikator Kesehatan Tak Merokok Jadi Topik Hangat Diskusi FGD FKSS

234

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Forum Kabupaten Sijunjung Sehat (FKSS) gelar
Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Dinas Kesehatan Sijunjung, Sumatera Barat.

Diskusi FGD itu digalar pada Jumat (9/9/2022), dipimpin Ketua FKSS, Fajar Septrian,SE dan Kabid serta Kasi Dinkes dan sejumlah OPD lainnya juga ikut dalam diskusi hangat itu.

Hampir semua peserta diskusi FGD yang digelar FKSS itu membahas topik merokok. Bahkan soal iklan rokok terpajang di pusat kota kabupaten itu menjadi sorotan peserta.

“Padahal Perda Pelarang Merokok itu ada, kenapa tak diterapkan. Ini tanggungjawab siapa. Lihat saja di Kota Padangpanjang tak ada tu iklan rokok, seharusnya kita belajar dari situ,”kata Fajar.

Dari indikator dalam diskusi FGD itu, ternyata masalah rokok menempatkan penilaian 0,17.

“Ini menjadi masalah, jika saja ditemukan dalam satu keluarga merokok, maka pencapaian indikator lainnya bisa gagal semua, meski indikator lainnya pencapaian angka 100,”ucap peserta lainny.

Dari 68 indikator FGD, penilaian sejumlah OPD, seperti Dinas Perkim LH, Koperindag, Pertanian, Pangan Perikanan, RSUD, dan Kesbangpol (tak hadir) baru terealisasi dengan total, 5.450 atau 80 persen.

“Focus Group Discussion adalah metode ini banyak digunakan sebagai cara dalam pengumpulan data penelitian sosial, memiliki kelebihan dalam pengambilan data kualitatif. Metode ini sangat populer dalam memberi kemudahan dan peluang bagi peneliti untuk menjalin keterbukaan, kepercayaan, dan memahami persepsi.

Focus group discussion memang lebih dikenal dengan singkatannya FGD, sebuah metode riset kualitatif yang paling terkenal selain metode wawancara”.

“FGD digunakan sebagai diskusi terfokus suatu grup dalam membahas masalah tertentu, namun dalam suasana informal dan santai. Biasanya dalam diskusi ini pesertanya mencapai 8-12 orang dan menggunakan seorang moderator,”sebut Fajar.